tymask.ono

1 July, 2008

Segitiga Masalembo ( Segitiga Bermuda Indonesia)

Filed under: Phenomenon — tymask @ 10:53 pm
Dua kecelakaan lalulintas pada awal tahun ini sangat memperihatinkan. Yang pertamana kecelakaan lalulintas laut yang menimpa kapal laut Senopati Nusantara, yang kedua kecelakaan Pesawat Adam Air. Keduanya diduga terjadi pada waktu yang berdekatan di kawasan yang sama berdekatan juga di laut Utara Jawa, dan yang satu di seputar Masalembo.

Duapuluh enam tahun yang lalu KM Tampomas II terbakar di laut dan karam pada tanggal 27 Januari 1981. Ah kenapa pada bulan-bulan yang sama ya ? memang bulan-bulan ini merupakan bulan-bulan puncak perubahan musim seantero Indonesia yang kepulauannya berada di sekitar katulistiwa.

Tetapi kenapa kejadian kecelakaan ini di lokasi yang kira-kira sama ?
Ah jangan-jangan barangkali mungkin saja …

Pulau Masalembo sebenarnya sebuah pulau kecil yang berada di ujung Paparan Sunda (hayo masih ingat Paparan Sunda dan Paparan Sahul nggak ?, ini pelajaran SD dulu kan ?). Pulau-pulau kecil ini berada di daerah “pertigaan” laut yaitu laut jawa yang berarah barat timur dan selat Makassar yang memotong berarah utara-selatan.

Pola kedalaman laut di Segitiga Masalembo ini sangat jelas menunjukkan bentuk segitiga yang nyaris sempurna berupa segitiga sama sisi. Lihat gambar dibawah.

Pada peta kedalaman laut atau peta bathymetri diatas dapat dilihat adanya bentuk kepulauan yang berbentuk segitiga. Tinggian yang terdiri beberapa pulau-pulau ini saya sebut sebagai “SEGITIGA MASALEMBO” atau “THE MASALEMBO TRIANGLE“. Nah, ada apa saja di daerah seputaran Segitiga Masalembo ini. Coba kita buka-buka dikit-dikit ya. Tapi jangan mengharap banyak dari sisi mistisnya, akan lebih banyak saya urai sisi kebumian dan kelautannya saja


Pertemuan ARLINDO (Arus Laut Indonesia)

Indonesian Throughflow (ARLINDO), indicate the relationship between the relationship between ARLINDO and El-Nino Southern Oscillation (ENSO) (Source, Gordon, A., 1998)

Di atas ini digambarkan arus laut di Indonesia, terutama Indonesia Timur. Coba perhatikan arus yang melewati Segitiga Masalembo ini. Pada bagian atas (garis hijau) menunjukkan air laut mengalir dari barat memanjang di Laut Jawa, berupa monsoonal stream atau arus musiman. Arus ini sangat dipengaruhi oleh cuaca dan musim. Sedangkan dari Selat Makassar ada arus lain dari utara yang merupakan thermoklin, atau aliran air laut akibat perbedaan suhu lautan. Kedua arus ini bertemu di sekitar Segitiga Masalembo.

Yah, tentusaja arus ini akan sangat mempengaruhi pelayaran laut disini. Arus musiman ini sangat dipengaruhi juga oleh suhu air laut akibat pemanasan matahari tentusaja. Kalau anda masih inget bahwa lintasan matahari itu bergerak bergeser ke-utara-selatan dengan siklus tahunan. Itulah sebabnya pada bulan-bulan Januari yang merupakan saat perubahan arus musiman (monsoon).

Apa menariknya dari ARLINDO ini ? Arus ini membawa air laut dingin dari Samodra Pasifik ke Samodera Indonesia diduga dengan debit hingga 15 juta meterkubik perdetik !!! Dan hampir keseluruhannya melalui Selat Makassar !

Tentunya aliran air sebesar ini bukan sekedar aliran air saja. Banyak aspek lain yang ikut mengalir dengan aliran air sebanyak itu, misalnya akan terdapat pula aliran ikan-ikan laut, aliran sedimen laut, juga aliran temperatur air. Apa saja efek aliran ini dengan proses kelautannya sendiri ? Wah tentunya banyak sekali

Kalau digambarkan secara mudah barangkali profil selat makassar dapat dilihat seperti dibawah ini.

Pada profil dasar selat Makassar diatas terlihat batuan kalimantan dan batuan sulawesi berbeda, kalau masih ingat yang aku tulis tentang pembentukan Patahan-patahan di Jawa di tulisan sebelumnya disini, maka tentunya mudah dimengerti. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan mencolok antara Indonesia barat dengan Indonesia Timur, seperti yg ditulis disini sebelumnya. Kalimantan merupakan bagian dari Paparan Sunda (Indonesia Barat) sedang Sulawesi merupakan bagian dari Indonesia Timur. Nah garis yang membaginya dulu diketemukan oleh Wallace disebut sebagai Garis Wallace (Wallace Line). Garis Wallace ini sebenernya hasil penelitian satwa Indonesia Barat-Timur, namun sebenarnya ada juga implikasi atau manifestasi dari aspek geologis (batuan penyusunnya).

Dari Batuannya kita tahu bahwa dibawah selat makasar ini terdapat tempat yang sangat kompleks geologinya, diatasnya terdapat selat Makassar yang juga memilki karakter khusus di dunia ini dimana mengalirkan air yang sangat besar.

Apa yang terlihat lagi ? Ya tentunya ada aspek meteorologis yang memisahkan antara daerah diatas air dengan daerah diatas daratan yaitu awan. Awan merupakan fenomena khusus yang paling banyak dijumpai diatas daratan. Itulas sebabnya kalau sedang di tengah laut coba tengok ke atas, carilah awan. Awan yang berarak akan lebih banya terdapat di daratan ketimbang di atas lautan seperti gambaran diatas.

Apa lagi selain awan ?

Angin, ya angin juga akan berhembus karena perbedaan tekanan udara panas. Pada malam hari saat bertiupnya angin darat, para nelayan pergi menangkap ikan di laut. Sebaliknya pada siang hari saat bertiupnya angin laut, para nelayan.

Perubahan angin darat laut karena suhu ini berubah dalam siklus harian, namun tentunya ada juga siklus tahunannya atau disebut siklus monsoon. Looh Monsoon, kok sepertinya juga ada monsoonal stream yang ada di Arlindo digambar atas. Ya, memang itulah siklus-siklus arus angin, siklus air itu bertemu bercampur di segitiga Masalembo ini. Runyem kan ?

Seringkali daerah Segitiga Bermuda dihubungkan dengan kondisi magnetisme. Adakah peta magnetik daerah Segitiga Masalembo ini ?

Kalau dibandingkan dengan Segitiga Bermuda, lokasi Segitiga Masalembo juga tidak menunjukkan keanehannya. Sepertinya keangkeran segitiga Masalembo ini lebih ditentukan oleh faktor gangguan alamiah yang bukan mistis. Yang mungkin paling dominan adalah faktor meteorologis termasuk didalamnya faktor cuaca, termasuk didalamnya angin, hujan, awan, kelembaban air dan suhu udara yang mungkin memang merupakan manifestasi dari konfigurasi batuan serta kondisi geologi, oceaografi serta geografi yang sangat unik.

Kalau memang Masalembo Triangle ini banyak menimbulkan masalah transportasi (lalulintas), tentunya perlu rambu-rambu lalulintas laut yang lebih canggih ditempatkan di lokasi ini. Tetapi bukan berarti zona terlarang masa sih kita tidak boleh melewatinya sepanjang masa. Misalnya mercusuar khusus, penempatan radar pemantau. Juga yang tak kalah penting penelitian saintifik tentang perilaku arus air laut, serta cuaca di daerah ini.

About these ads

15 Comments »

  1. Saya mau tanya. apakah benar aa bermuda di indonesia? apakah tanda-tandanya sama dengan bermuda yang ada di sana? kalau tidak keberatan tolong kirim jawabannya.

    Comment by nenaiz be lovers — 15 January, 2009 @ 8:20 am

    • pasti ada… di dunia ini banyak sekali yang namanya “segitiga bermuda” dan bukan hanya di bermuda saja. misalkan di masalembo, di perairan jepang dan banyak lagi, dan hal itu dibuktikan melalui banyaknya kecelakaan transportasi dan kejanggalan navigasi lainnya

      Comment by tymask — 28 January, 2009 @ 10:55 am

  2. Menarik sekali segi 3 bermuda indonesia.Kalau dari segi mistis gmna ya?

    Comment by Dedi stba palembang — 15 January, 2009 @ 2:10 pm

  3. tai peeleer w aNAK WINONG NEH SAMPERIN SENE

    Comment by Rachmad muliyadi — 17 January, 2009 @ 3:45 pm

  4. mau tanya., apa sich bedanya segi3 bermuda ama masalembo.????

    Comment by eca — 26 February, 2009 @ 2:18 pm

  5. *hi

    Comment by Bunga — 10 March, 2009 @ 10:04 pm

  6. aku nggak mudeng!!
    is it mean, kalo disetiap wilayah yang mempunyai pertemuan 3 arah yang kyk loe bilang itu, berarti bisa jadi itu ssepupuan ma segitiga bermuda?
    truz niy, pa mank yg segitiga bermudddda tu da hubungannya ma dajjal? klo iya berarti Masalembo triangle juga dong????

    Comment by Dian — 22 April, 2009 @ 2:49 pm

  7. segitiga masalembo apkh bergravitasi sebesar segitiga bermuda USA?

    segitiga masalembo baru ditemukan atau sudah dr dulu?

    kasih tau saya bgaimana bisa ditemukan masalembo itu!

    Comment by lisa — 30 April, 2009 @ 3:26 pm

    • ada kecelakaan dulu.. ng salah tahun 60 ato 70an.. saya sudah lupa.. pernah ditayangkan di metro files… n kecelakaan itu pun silih berganti.. dan terakhir adalah kejadian pesawat adam air…. tahun 2006 kalo tidak salah…

      Comment by tymask — 2 May, 2009 @ 1:00 am

  8. Anda benar, kecelakaan-kecelakaan transportasi udara dan laut sering terjadi di situ. bahkan sampai sekarangpun adam air 2006 blm ditemukan bukan?

    Comment by Shangkala — 29 June, 2009 @ 10:30 pm

  9. yah……..begitulah………

    Comment by dimas — 2 August, 2009 @ 8:24 pm

  10. yah………begitulah.

    Comment by dimas — 2 August, 2009 @ 8:25 pm

  11. sebenarnya segita bermuda ada tiga tempat

    ntar nya bakalan berakhir kok

    klo dah ada satria piningit

    atau yg lebih d kenal dengan sebutan

    IMAM MAHDI

    Comment by zordy setiawan — 23 September, 2009 @ 3:29 am

  12. copy paste doang neh…

    Comment by hamid — 13 July, 2010 @ 5:54 pm

  13. I love it when individuals get together and share thoughts.
    Great blog, keep it up!

    Comment by segitiga bermuda, — 31 July, 2013 @ 4:37 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Silver is the New Black Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: