tymask.ono

27 March, 2008

Berubah warna bukan untuk membaur

Filed under: Animal Planet — tymask @ 4:02 pm


Bunglon
Bunglon berubah warna kulit untuk bermacam tujuan

Bunglon pada awalnya menggunakan perubahan warna kulit untuk membuat diri mereka lebih mencolok, bukannya seperti yang umum diyakini, membaur dengan lingkungannya, kata hasil penelitian.

Reptilia mengubah warna karena bermacam tujuan – komunikasi, kamuflase, dan pengendalian suhu.

Namun, penyebab bunglon mulai mengembangkan kemampuan untuk memancarkan warna menyala sebelumnya tidak jelas.

Tim ilmuwan melaporkan dalam jurnal Plos Biology bahwa kemampuan itu bertujuan untuk memungkinkan bunglon memberikan tanda kepada bunglon-bunglon lain.

Salah seorang penyusun laporan penelitian itu Dr Devi Stuart-Fox, dari The University of Melbourne, Australia, mengatakan kepada BBC: “[Penelitian kami] mengindikasikan bahwa bunglon mengembangkan perubahan warna untuk memberikan sinyal, menghalau saingan atau menarik pasangan, dan bukannya mereka mampu menyamai bermacam latar belakang.”

Tim Dr Stuart-Fox mengamati kemampuan mengubah warna pada 21 spesies bunglon kerdil dari Afrika selatan (Bradypodion spp), untuk membandingkan kemampuan mengubah warna spesies dan mengakji hubungan evolusionernya.

Dan lantaran bunglon memiliki sistem visual yang berbeda dari yang dimiliki manusia, mereka memiliki satu kerucut indera penglihatan jenis keempat yang peka terhadap ultra-violet.

Pemangsa

Tim peneliti pertama-tama harus memastikan pemandangan yang sebenarnya dilihat bunglon.

Peneliti yang berbasis Melbourne itu menjelaskan: “Kami mengukur warna dengan spektrometer, yang mengukur rentang warna visual dan ultraviolet, dan menggabungkannya dengan informasi pada sistem visual bunglon untuk membuat model persepsi warna bunglon.”

 

FAKTA BUNGLON
Perubahan warna berlangsung cepat (milidetik atau detik) seperti di bawah kendali syarat langsung
Matanya bisa bergerak secara independen
Bunglon bisa melihat dalam dua arah sekaligus
Lidahnya dua kali panjang tubuhnya

Dengan menghadapkan bunglon-bunglon pada kondisi duel dengan sejumlah saingan berbeda, rentang warna antara warna dominan dan submisif bisa diukur.

“Jika seekor bunglon jantan ditantang oleh jantan lain, mereka mulai memperlihatkan warga terang mereka, sampai salah seekor bunglon itu mengetahui bunglon lain akan menang dan berubah menjadi warna gelap, redup, ‘warna jangan serang saya’,” kata Dr Stuart-Fox.

Tim ini juga mengkaji cara bunglon berubah warna sebagai reaksi terhadap pemangsa, dengan memunculkan model burung atau ular.

Terlihat bahwa perubahan warna paling dramatis dipergunakan untuk memberikan isyarat sosial kepada bunglon-bunglon lain.

“Kami mendapati bahwa spesies bunglon yang mengubah warga paling banyak memiliki peragaan warna yang paling tidak mencolok kepada bunglon lain. Namun, mereka tidak memiliki rentang warna latar belakang lebih luas di habitat mereka,” kata Dr Stuart-Fox.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: