tymask.ono

31 March, 2008

Disease which can make you become Superman!

Filed under: Health — tymask @ 7:02 pm

Photographic memory

Pernah dengar orang dengan kemampuan yang disebut “photographic memories”. Biasanya kita menggunakan istilah ini untuk menyebut seseorang yang memiliki kemampuan diatas rata-rata untuk mengingat informasi mengenai masa lalu atau lingkungan sekitar. Hal ini pernah di demonstrasikan oleh Stephen Wiltshire, benar-benar anugrah yang langka dan luar biasa. Wiltshire adalah seorang autistic savant dan orang-orang yang mengenalnya menyebutnya “kamera hidup”. Waktu dia berusia 11 tahun dia menggambar representasi yang sempurna dari kota London dilihat dari atas setelah dia naik helikopter, detail sampai ke jumlah jendela di tiap-tiap bangunan di kota London. Mungkin ini yang paling keren dari yang pernah gw liat. Di bawah ada video Stephen Wiltshire memamerkan kemampuannya.

Tertiary Neurosyphilis

Tertiary neurosyphilis, sipilis paling menarik dari sudut pandang kultural, Saat-saat sebelum serangan kelumpuhan, penderita mengalami delusions od grandeur (rasa percaya diri bahwa dirinya sangat kuat dan penting), merasa bahwa dia mengerti segala-galanya, perasaan bahwa dia hampir menemukan sesuatu yang monumental yang akan mengubah sejarah dunia selamanya, rasanya pembuluh darahnya dialiri kekuatan Tuhan. Karena tahap awal dari penyakit ini kekuatannya lemah, penderita yang seorang seniman mungkin akan menghasilkan karya seni yang mencerminkan sikap pandang. Bob Summers merasa bahwa “King of Tetch” adalah salah satunya. Wilhelm Reich merasa bahwa dia telah membuka rahasia jagad raya dengan penemuan energi orgone, sesuatu yang sekarang diakumulasikan dalam kotak orgone nya, yang membuat pembangkit listik tidak diperluakn. Hayden merasa Ninth Symphony nya Beethoven dikomposisikan dalam keadaan tersebut, setelah sipilis melumpuhkan pendengaran Beethoven dan dalam proses melumpuhkan otaknya juga. “Seid umschlungen Millionen!” puisi yang menakjubkan dari Schiller identik dengan indahnya musical score milik Beethoven, paling tidak, berkaitan dengan Ode to Joy chorus. Proses otak mengalami kelumpuhan pada penderita sipilis jenis ini digambarkan seperti bola lampu, yang menyala sangat terang sebelum akhirnya mati.

Disarikan dari Deborah Hayden, Pox: Genius, Madness, and the Mysteries of Syphilis (New York: Basic Books, 2003), 379 pp., Reviewed by E. Michael Jones, Ph.D.

Synesthesia

Synesthesia bisa terjadi antara dua indra atau mode persepsi. Saat hampir setiap kombinasi pengalaman yang mungkin secara logika bisa terjadi, beberapa tipe lebih umum dibanding yang lain.
Grapheme → color synesthesia

Bagaimana seseorang dengan synesthesia mungkin merasakan (bukan melihat) huruf dan nomor tertentu.
Pada satu dari bentuk synesthesia yang paling umum, grapheme → color synesthesia, satu huruf dari alfabet dan nomor ( secara bersamaan dikenal sebagai graphemes ), dinaungi oleh warna. Tidak ada 2 synesthetes(penderita) yang melaporkan warna yang sama untuk semua nomor dan huruf, penelitian dari banyak synesthetes menemukan bahwa ada kecenderungan umum dari huruf (misal A berwarna merah) – wikipedia

Music → color synesthesia
Di Music → color synesthesia, seseorang mengalami warna untuk merespon nada atau aspek dari musikal stimulus (misal timbre atau kunci). Seperti halnya grapheme → color synesthesia, tidak ada persamaan antar synesthetes bahwa nada memiliki warna tertentu, tapi setiap individu secara internal konsisten. Di uji berbulan-bulan kemudian, synesthetes akan menghasilkan laporan yang sama seperti bulan sebelumnya.
can occur between nearly any two senses or perceptual modes. While nearly every possible combination of experiences is logically possible, several types are more common than others.

Savantism without major autistic impairments.

Daniel Paul Tammet adalah autistic savant dari Inggris dengan fasilitas untuk masalah matematis, sequence memory, dan pembelajaran bahasa natural. Sejak lahir dia menderita epilepsi. Pengalaman nomor sebagai warna sudah dijelaskan sedikit di atas, tapi Tammet memiliki keunikan bagaimana spesifik dan detailnya mental imagery yang dimilikinya tentang nomor. Dia mengatakan bahwa di dalam pikirannya setiap nomor, lebih dari 10000, memiliki bentuk unik dan rasa, dan dia bisa mendeteksi apakah nomor itu prima atau komposit dan juga melihat hasil dari perhitungan sebagai pemandangan dalam pikirannya. Dia telah menggambarkan gambaran visualnya dari angka 289 sebagai angka yang buruk rupa, 333 sebagai angka yang menarik, dan pi sangat cantik.

Tammet memegang rekor untuk mengingat dan menyebutkan pi sampai 22,514 digit dalam waktu 5 jam.

Temporal Lobe Epilepsy

Orang yang menderita temporal lobe epilepsy merasa dunia dengan cara yang sangat berbeda dari orang kebanyakan. Peneliti pertama yang mencatat pengalaman tidak wajar dari penyakit ini adalah neurologist Norman Geschwind, yang mencatat pemetaan gejala, termasuk hypergraphia(keinginan mendesak untuk menulis), hyperreligiosity(sangat religius), fainting spells, mutism(mampu bicara tapi tidak bisa bicara) and pedantism(kesombongan ilmiah), sering secara umum disebut sebagai sindrom Geschwind. Vilayanur S. Ramachandran mengeksplorasi neural basis dari hyperreligiosity yang terlihat di TLE menggunakan galvanic skin response (metode yang digunakan untuk mengukur ketahanan kulit thd listrik), yang mengukur respon emosional, untuk menentukan apakah hyperreligiosity terlihat di TLE dikarenakan peningkatan respon emosi secara keseluruhan, atau peningkatan hanya spesifik pada stimuli religi saja. (Ramachandran and Blakeslee, 1998).

-Disarikan dari Wikipedia.

Congenital Insensitivity to Pain (CIPA)

Congenital insensitivity to pain (or congenital analgia) adalah kondisi yang sangat jarang dimana orang tidak bisa merasakan rasa sakit. Persepsi dan sensasi berjalan normal, misal mereka masih bisa merasakan sentuhan yang berbeda, dan tidak bisa dideteksi ketidaknormalan secara fisik. Penderita sering mengalami kerusakan di bagian rongga mulut (misal jika ujung lidah tergigit) atau patah tulang. Infeksi yang tidak diketahui dan kerusakan kornea mata juga sering terjadi karena ada obyek asing yang masuk mata mereka tapi tidak disadari.

dari Wikipedia

Persistent Sexual Arousal Syndrome (PSAS)

Persistent Sexual Arousal Syndrome menyebabkan rangsangan genital yang spontan dan konstan, dengan atau tanpa orgasme atau rangsangan genital, tidak berhubungan dengan hasrat seksual atau perasaan semacamnya. Pertama kali didokumentasikan oleh Dr. Sandra Leiblum tahun 2001, hanya sekarang dikarakterisasikan sebagai sindrom yang berbeda di literatur medis. Secara khusus, ini tidak berhubungan dengan *********, kadang dikenal sebagai nymphomania atau satyriasis. Selain sangat jarang, kondisi ini juga banyak yang tidak dilaporkan karena penderita merasa malu.

Physical arousal disebabkan oleh sindrom ini bisa sangat intens dan tahan sampai jangka waktu yang lama. Orgasme kadang hanya memberikan kepuasan sementara, tapi dalam hitungan jam gejala akan muncul kemabli. Gejala bisa mengganggu konsentrasi pekerjaan sehari-hari. Beberapa situasi, seperti naik kendaraan bermotor, getaran HP bahkan pergi ke toilet bisa menyebabkan sindrom ini tak terkendali.

– Disarikan dari Wikipedia

Hypergraphia

Hypergraphia adalah rasa mendesak untuk menulis. Bukan kelainan tersendiri, tapi bisa diasosiasikan dengan temporal lobe changes pada epilepsi. Beberapa area otak mengatur aksi tulis menulis. Gerakan fisik tangan dikontrol oleh cerebral cortex yang termasuk bagian luar lapisan otak. Keinginan menulis sebaliknya dikontrol oleh sistem limbic, cluster sel berbentuk cincin yang ada di bagian dalam cortex yang menagtur emosi, insting bersosialisasi, dan inspirasi dan juga mengatur kebutuhan manusia untuk berkomunikasi. Kata-kata dan ide dimengerti oleh temporal lobe di belakang telinga, dan temporal lobe ini berhubungan dengan sistem limbic. Ide diorganisir dan diedit di frontal lobe otak. Cedera tempral lobe juga menyebabkan epilepsi. Hypergraphia tidak selalu terjadi pada temporal lobe epilepsy.
Saat ini, hypergraphia diketahui disebabkan oleh perubahan aktifitas brainwave di temporal lobe
-Disarikan dari Wikipedia

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: