tymask.ono

10 April, 2008

Bawang Merah si Mujarab

Filed under: Foodaholic, Health — tymask @ 11:25 pm

Ini pengalaman yang terjadi kurang lebih dua bulan lalu. Peristiwa kecelakaan kecil yang betul-betul saya remehkan. Menjelang Bulan Puasa kemarin jempol kaki saya tertimpa gayung yang berisi air pada saat mau mandi. Tidak fatal-lah, cuma gayung, toh sakitnya juga tidak terlalu, dan hanya sedikit darah.

Dua hari setelah kejadian itu, jempol kaki saya membengkak dan rasa sakitnya luar biasa, setengah dari jempol saya berubah warna menjadi hitam. Dan setelah saya perhatikan ada daging yang menyembul keluar dari bawah kuku. Saya tidak keburu panik, saya cukup ambil revanol, saya kompres, dan luka dari daging yang menyebul tadi saya teteskan betadine.

Saya anti minum antibiotik tanpa resep dokter. dan saya paling susah pergi ke dokter kecuali terpaksa. Dua minggu berlalu, tidak ada perubahan yang berarti pada luka saya. Silih berganti kempes lalu bengkak lagi. Saya masih begitu telaten membersihkan dan mengompres luka dengan revanol plus betadine. Sampai ada teman di kantor yang bilang bahwa lukanya pasti betah karena disayang-sayang, bukan diobati.

Dua minggu menjelang lebaran, saya baru panik, karena daging yang menyembul kelihatan agak membesar, dan basah, berwarna pink muda. Dalam keadaan seperti itu baru saya ingat dokter, kalau toh harus dibedah saya sudah pasrah yang penting sembuh. Saya berharap lebaran jempol saya sudah sehat lagi.

Beberapa info saya dapatkan bahwa untuk luka seperti itu sudah pasti akan ada operasi kecil. Kukunya akan dicabut lebih dulu baru daging yang menyembul dipotong. Dan katanya itu sakit sekali. Saya tidak berani membayangkannya dan membuat saya mengurungkan niat untuk ke dokter.

Lalu orang tua saya mengingatkan tentang khasiat bawang merah. Saya juga pernah baca, bahwa bawang merah adalah anti biotik alami dan dapat digunakan untuk membantu mencegah infeksi. Tidak peduli bau bawang merah begitu menyengat, saya parut secukupnya, saya tempelkan pada luka dan saya balut dengan kain kasa. Pagi- sore parutan bawang merah saya ganti. Mujarab, tidak sampai seminggu daging menyembul pada jempol kaki saya mulai kempes dan kering.

Mungkin khasiat bawang merah ini sudah banyak dipakai, terutama oleh para orang tua, namun orang-orang seperti saya menyepelekan pengalaman-pengalaman orang tua tempo dulu.

Dari referensi penelitian-penelitian terkini tentang bawang merah, saya juga semakin tahu, bawang merah mengandung unsur anti-bakteria, anti-kanker dan anti-allergenic. Dengan mengkonsumsi bawang merah setiap hari dapat membantu mengurangi osteoporosis sampai dengan 20%. Selain itu bawang merah juga membantu hati membuang toxins dari badan dan ia juga mempunyai saponins untuk menghindar dan membunuh sel kanker.

Bawang merah mengandung juga prostaglandin A-1, yaitu agen yang kuat untuk mengurangi tekanan darah. Kandungan didalmnya selain sulfur, terdapat juga vitamin C, Potassium, serat dan Asid Folix, kalsium, Zat besi dan tinggi protein.

Jadi, ga’ ada ruginya bersahabat dengan bawang merah mulai sekarang! Ramayanti [cantigi_rama@yahoo.com]

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: