tymask.ono

16 April, 2008

Kontra Terhadap Efek Air Dingin

Filed under: Health — tymask @ 10:22 am

Terdapat sebuah “pesan medis” yang muncul di awal tahun 2006 yang mengklaim bahwa minum air dingin setelah makan dapat memadatkan makanan berminyak yang baru saja kita konsumsi dan kemudian akan menyebabkan kanker. Setelah melakukan riset kecil-kecilan, saya tidak dapat menemukan bukti-bukti yang dapat mendukung klaim pesan tersebut.

Dalam website National Cancer Institute atau dari lembaga peneliti kanker yang lain tidak pernah disebutkan bahwa ada hubungan antara minum air dingin setelah makan dengan kanker. Saya juga tidak menemukan berita di media yang melaporkan hubungan itu. Jika klaim dalam “pesan medis” ini benar, sudah pasti akan dengan mudah ditemukan dokumentasi yang mendukung dalam dunia medis ataupun media massa.

Meminum minuman dingin sehabis makan sudah lama dilakukan manusia. Oleh karenanya, jika terdapat hubungan antara minum air dingin dengan kanker, seharusnya sudah dipelajari dan dilakukan penelitian sejak dahulu kala. Tapi dalam pesan itu, tidak terdapat satupun referensi eksternal yang mendukung klaim didalamnya. Siapa cardiologist yang menyarankan untuk menyebarkan pesan itu juga tidak jelas.

Selanjutnya, mari kita analisis beberapa klaim yang terdapat dalam pesan itu. Yang pertama, bahwa makanan berminyak akan mengendap setelah bereaksi dengan air dingin adalah salah. Panas tubuh manusia akan menyeimbangkan suhu seluruh makanan dan minuman yang kita konsumsi sehingga mencapai suhu yang sama. Air dingin sekalipun tidak akan cukup dingin dalam waktu yang lama untuk dapat “memadatkan makanan berminyak”. Asam lambung sendiri adalah suatu zat yang sangat efektif dalam memecahkan gumpalan atau endapan yang mungkin ada dalam makanan sebelum makanan itu masuk ke usus.

Selengkapnya menurut BBC: “Sesaat setelah makanan memasuki lambung, lambung akan mengeluarkan enzim yang akan memecahkan protein di dalam makanan. Lambung juga akan mengeluarkan asam lambung yang berguna untuk menciptakan kondisi ideal sehingga pencernaan protein dapat terjadi dengan baik.”

Pemecahan kimiawi ini, sejalan dengan ritme kontraksi di lambung, akan merubah isi lambung menjadi chyme (bentuk makanan setengah cair yang baru dicerna sebagian) yang kemudian akan masuk ke usus duabelas jari. Sekalipun air dingin benar-benar dapat memadatkan substansi minyak pada makanan, “endapan” yang terbentuk akan langsung dirubah menjadi chyme dan masuk ke usus duabelas jari.

Kemudian, bahwa “endapan” tersebut akan diserap usus lebih cepat daripada makanan padat. Hal ini juga salah dasar konsepnya karena perlu diingat bahwa sesungguhnya makanan padat tidak langsung diserap oleh usus.

Kesalahan berikutnya adalah mengenai “endapan” minyak yang berubah menjadi lemak dan dapat menyebabkan kanker. Yang sebenarnya terjadi -menurut ilmu kedokteran- adalah minyak yang sebenarnya adalah lemak tetaplah lemak, minyak tidak berubah menjadi lemak. Dan tak ada satupun literatur medis yang mendukung klaim bahwa lemak menyebabkan kanker.

Beberapa pihak memang mengklaim bahwa air dingin dapat memperlambat pencernaan. Tetapi, walaupun hal ini benar terjadi, perlambatan itu tidak akan menggangu pencernaan seperti yang dijelaskan dalam “pesan medis” tersebut ataupun sampai menyebabkan kanker. Jadi, 100% aman jika anda minum air dingin saat ataupun setelah makan dan peringatan yang tidak masuk akal itu tidak perlu diteruskan kepada siapapun.

Isu semacam ini sebenarnya sudah sering muncul dan kebanyakan terbantah dengan sempurna. Seperti sebuah pendapat pada sekitar tahun 1920an yang menyatakan bahwa minum air setelah makan buah-buahan dapat berbahaya karena campuran keduanya dapat menimbulkan asam yang dapat merusak lambung. Padahal, jika benar lambung kita selemah itu, sudah dari dulu ia tidak kuat menahan asam lambung sendiri yang sangat kuat tingkat keasamannya.

Untuk kanker sendiri, pernah terjadi pada akhir tahun 1800an dimana tomat dituduh sebagai salah satu penyebab kanker. Saat itu konsumsi tomat di dunia sedang meningkat, dan begitu pula dengan jumlah penderita kanker yang meningkat drastis. Lalu, dengan gegabah, banyak pihak yang mengambil kesimpulan dengan seenaknya bahwa tomat adalah penyebab kanker. Konyol sekali…

Memang perihal kanker sendiri sampai saat ini masih menimbulkan miskonsepsi di masyarakat dunia. Pada 2005 American Cancer Society melakukan survei kepada hampir seribu orang dewasa yang tidak pernah terserang kanker di Amerika Serikat. Hampir 41 persen menyatakan percaya bahwa operasi untuk mengangkat kanker justru akan membuat penyakit tersebut menyebar. 19 persen percaya bahwa obat penahan rasa sakit tidak efektif untuk menahan rasa sakit akibat kanker. Sedangkan, 7 persen berpikir bahwa kanker merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Dan, hanya 5 persen dari responden yang percaya bahwa yang dibutuhkan untuk melawan kanker adalah semangat juang dan pikiran yang positif.

Berbagai miskonsepsi dan isu-isu yang beredar ini harus dapat diluruskan. Apalagi dengan pesatnya perkembangan dunia internet, banyak pihak-pihak tak bertanggung jawab yang dengan mudahnya menebar isapan jempol. Dengan banyak membaca dan tidak mudah percaya pada suatu berita yang tidak jelas asalnya dapat menyelamatkan kita dari bahaya kepanikan yang tidak rasional.

Sumber: snopes.com, hoax-slayer, answer.com, cancer.gov, bbc.co.uk

Special thanks to : http://ivanaditya.wordpress.com/

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: