tymask.ono

15 May, 2008

Prepare for your wedding!

Filed under: Health — tymask @ 9:52 pm

Sebelum disibukkan dengan pertanyaan berapa biaya untuk sebuah pernikahan, undangan, gaun pengantin, berikut beberapa pertanyaan penting yang perlu diketahui untuk mempersiapkan pernikahan.

Berapa usia paling ideal untuk menikah? Usia ideal untuk menikah adalah usia dimana seseorang telah dianggap matang, baik secara emosi maupun sosial. Bila ditinjau dari segi fisik, seorang telah dianggap mampu untuk menikah dan berketurunan antara usia 17-20 tahun.
Pada perempuan, proses pematangan organ-organ reproduksi dimulai ketika perempuan tersebut sudah mendapatkan haid pertamanya atau dikenal juga dengan istilah menarche dan akan mencapai kondisi yang optimal ketika siklus haidnya sudah “relatif” stabil (sekitar 25-32 hari atau rata-rata 28 hari). Organ-organ reproduksi yang lain (payudara, rambut pubis, dan lain-lain) juga akan berkembang yang secara fisik dapat dilihat secara kasat mata. Tidak adanya keluhan yang berlebihan ketika menjelang haid, pada saat haid, atau sesudah haid. Dan lain-lain.

Seorang pria mulai menunjukkan proses perkembangan seksualnya ketika ia sudah mulai mendapatkan mimpi basah, morning erection, pertumbuhan rambut pubis dll. Secara normal testis pada pria menghasilkan sperma secara kontinyu tanpa suatu siklus tertentu. Dan produksi itu akan mencapai puncaknya dalam 3 sampai 7 hari.

Namun umur kalender tidak cukup dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui kesiapan menikah karena kematangan seseorang dalam pola pikir dan perilakunya jauh lebih penting. Selain itu faktor yang tak dapat dihindari adalah kemampuan secara ekonomi.

  • Apa yang dimaksud dengan kematangan emosi? Kematangan emosi adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri, menempatkan diri, dan menghadapi berbagai kondisi dengan suatu cara tertentu. Tentu saja setiap insan di dunia ini tidak akan sama bila ditinjau dari sisi yang satu ini. Di antara mereka ada yang telah mencapai kematangan dan mencapai fase kedewasaan secara emosi dan psikologis. Namun ada pula yang belum matang dan belum melewati fase kekanak-kanakan. Misalnya, seseorang yang tidak mampu membuat keputusan dalam hidupnya, ia masih sering dibayangi keraguan serta bergantung pada pendapat orang lain. Bila menikah, tentu dia akan membuat rumah tangganya menjadi tidak beruntung.
  • Sebatas mana hubungan antara suami istri dengan orangtua? Hubungan antara anak dan orangtua adalah sesuatu yang alami serta mencerminkan ikatan sosial dan nilai-nilai yang didasari oleh agama. Namun demikian, cinta kasih ini tidak dimaksudkan agar si anak terus menerus menjadi anak kecil dan menentukan keputusan berdasarkan pendapat orangtua. Seseorang yang dianggap matang adalah yang bisa memisahkan antara cinta kepada orangtua dan ketaatan terhadap keduanya pada batasan-batasan yang logis. Ia mampu membedakan kebebasan individualnya dan hak-hak keluarga yang baru dibentuknya.
  • Apakah perbedaan usia mempengaruhi kemampuan suami istri untuk saling memahami dan mengerti? Umumnya perkawinan bahagia dan harmonis dapat terwujud bila suami Iebih tua dari istrinya dimana usia mereka tidak jauh terpaut. Meski begitu, dapat disimpulkan bahwa kematangan dan kemampuan untuk hidup serasi jauh Iebih penting daripada perbedaan usia. Walaupun ada perbedaan usia, seseorang tidak boleh terburu-buru memutuskan untuk menikah kecuali setelah berpikir, merenung, dan mengkajinya dengan tenang mengenai pernikahan itu. Calon mempelai diharuskan mempelajari dan menyelami posisi masing masing. Keduanya harus mengenal pribadi, watak, nilai, dan jalan hidup satu sama lain. Semua ini selayaknya dilakukan sebelum memutuskan untuk menikah.
  • Berapa kali hubungan intim yang mungkin dilakukan oleh suami istri? Banyak penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan ini. Yang paling populer adalah apa yang dikemukakan oleh Kenzi, yang memperhatikan perbedaan mencolok mengenai berapa kali hubungan intim dapat dilakukan oleh suami istri berdasarkan usia. Pada laki-laki berusia 21-25 tahun normalnya dilakukan hubungan intim tiga kali dalam seminggu. Sedang antara usia 31-35 tahun normalnya melakukan hubungan intim dua kali dalam seminggu. Namun yang pasti, dalam melakukan hubungan intim sebaiknya secara keseluruhan bergantung pada gairah masing-masing pihak suami atau istri.
  • Kapan seorang istri dapat mengalami kehamilan setelah menikah? Secara prinsip, hal ini mengacu pada kesuburan suami istri. Bila tingkat kesuburan keduanya tinggi, mungkin saja kehamilan dapat terjadi di bulan pertama pernikahan. Disarankan bila belum siap menerima kehamilan maka sebaiknya diambil langkah-langkah untuk mengantisipasinya karena anda tidak mampu menghindari kehamilan.
  • Kapan seharusnya berpikir untuk memiliki anak pertama? Seseorang tidak mampu memastikan waktu tertentu untuk memiliki anak pertama. Usia, kondisi kesehatan, tingkat sosial dan kondisi keuangan adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan dan pertimbangan untuk memiliki anak pertama. Disarankan sepasang suami istri yang baru menikah sebaiknya menghindari apa yang sering disebut sebagai ketidaksiapan menjadi orangtua, namun hal ini tidak bisa dikatakan dia sudah siap untuk melahirkan sebab kesiapan untuk memiliki anak membutuhkan beberapa tahun ke depan agar masa remajanya menjadi lebih matang.
  • Berapa jumlah anak yang ideal dimiliki? Dunia mengalami ledakan penduduk terutama di negara-negara dunia ketiga, seperti posisi negara tercinta kita saat ni. Disarankan agar dua anak pertama lahir dalam rentang waktu yang tak terlalu jauh sehingga orangtuanya dapat memberikan dan mencurahkan kesungguhan dalam mendidik dan membahagiakan anak-anaknya itu.
  • Jika ingin menunda kehamilan, perlukah menggunakan alat kontrasepsi sejak hari pertama pernikahan? Iya, karena bisa saja istri hamil setelah melakukan hubungan intim yang pertama. Oleh karenanya, ketika anda ingin mencegah atau memperlambat datangnya kehamilan karena alasan kesehatan, sosial, ekonomi atau alasan-alasan apapun maka anda tidak boleh membiarkan masalah ini semata-mata karena kebetulan atau karena keyakinan bahwa istri tidak akan hamil seketika pada saat hubungan intim di hari pertama.
  • Adakah efek samping dan penggunaan alat-alat kontrasepsi? Meski ilmu pengetahuan telah maju namun belum ditemukan obat atau alat kedokteran yang tidak memiliki efek samping, meski tidak langsung muncul dalam waktu dekat. Agar memperoleh hasil terbaik, anda wajib memperhatikan saran dokter yang menjelaskan mengenai alat kontrasepsi yang tepat bagi istri. Hal ini harus dilakukan berdua dengan suami agar terjadi kerelaan kedua belah pihak sebelum menggunakannya.
  • Bagaimana hubungan intim dilakukan ketika istri hamil? Telah disepakati secara umum bahwa selama kehamilan berlangsung secara alami maka hubungan intim mungkin saja dilakukan dengan cara yang aman sampai minggu ketiga sebelum kelahiran. Maksudnya untuk menghindari terjadinya kelahiran sebelum waktunya dan tidak terjadi kesempatan perpindahan bakteri ke vagina atau ke rahim. Namun jika istri pernah mengalami aborsi atau menderita noda darah maka sebaiknya menghindari hubungan intim secara total pada bulan-bulan pertama kehamilan. Di tengah-tengah kehamilan, sebaiknya hubungan intim dilakukan secara normal baik frekuensi maupun caranya.
  • Kapan dimulainya kembali hubungan intim setelah melahirkan? Disarankan untuk menghindani hubungan intim dalam kurun waktu enam minggu setelah melahirkan. Anjuran ini sesuai dengan tinjauan medis yang telah disepakati karena organ-organ reproduksi istri mengalami perubahan-perubahan di sela-sela masa kehamilan dan saat melahirkan. Karenanya seorang istri umumnya membutuhkan 5-6 minggu setelah melahirkan hingga ia kembali pada kondisi yang alami.
  • Bagaimana pengaruh bertambahnya usia terhadap kemampuan seksual? Sebagian suami melalui perubahan perubahan fisik dan emosi pada usia 50-an yang disebut sebagai usia krisis dimana perubahan itu berbeda sekali dengan yang terjadi pada sang istri. Pada wanita, masa perubahan ditandai dengan berhentinya rutinitas bulanan dan hilangnya kemampuan untuk berketurunan. Sementara pada suami, tidak ditemukan ada yang berhenti secara mendadak dan tidak ada gejala-gejala fatal, baik secara fisik maupun emosi. Biasanya, penurunan aktifitas seks terjadi sebagai akibat dari penurunan kemampuan fisik dan emosinya, yang sebagian merupakan akibat dan faktor-faktor sosial dan psikologis.
  • Berapa usia ideal untuk melahirkan anak pertama? ldealnya seorang istri melahirkan anak pertama tidak lebih dari usia 30 tahun. Sekalipun seorang gadis telah mampu hamil setelah mendapatkan haid yang pertama.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: