tymask.ono

15 June, 2008

Jengkol, Si Bau yang digemari

Filed under: Foodaholic — tymask @ 5:32 pm

Sekilas buah yang satu ini terlihat tidaklah memiliki keistimewaan, namun setelah dimakan barulah kita akan melihat dan merasakan bagaimana buah jering atau jengkol ini bisa membuat orang mabuk. Mabuk karena tidak tahan akan baunya, maupun mabuk akan kenikmatannya.

Bagi sebagian masyarakat kita, jengkol memang sudah menjadi salah satu makanan favorit. Tak mengherankan jika jengkol banyak diolah menjadi berbagai masakan. Di beberapa warung-warung makan pun, jengkol sudah menjadi menu yang paling banyak dicari oleh penggemarnya.

Nah, apa sih sebenarnya Jengkol itu? Jengkol atau dalam bahasa ilmiahnya Pithecellobium jiringa syn. Pithecellobium lobatum merupakan tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari oleh masyarakat di beberapa negara, seperti Malaysia, Thailand dan Indonesia sebagai bahan pangan.

Menurut literatur, jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Bentuk buahnya berupa polong dan gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna cokelat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap.

Efek Positif-Negatif Makan Jengkol

Meskipun baunya menyengat, namun makan biji jengkol dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dan menurut ilmu kedokteran, jengkol diketahui dapat mencegah diabetes yang bersifat diuretik dan baik untuk kesehatan jantung.

Selain dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, bijinya yang lunak dan terasa empuk membuatnya banyak disukai penggemar jengkol. Meskipun, dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit, ternyata jengkol juga dapat mendatangkan efek negatif bagi kesehatan.

Karena, apabila kebanyakan mengonsumsi jengkol secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penumpukan kristal di saluran urin, yang disebut “jengkolan”. Hal ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat yang tinggi dan sukar larut di air pada pH yang masam. Konsumsi berlebihan akan menyebabkan terbentuknya kristal dan mengganggu urinasi. Risiko terkena jengkolan diketahui bervariasi pada setiap orang, dan dipengaruhi secara genetik dan oleh lingkungan.

Sementara itu, tanaman jengkol dapat tumbuh hampir di seluruh wilayah Indonesia. Pohonnya yang memiliki ketinggian hampir 20 meter, berbatang tegak, bulat, berkayu, licin dan percabangan simpodial serta berakar tunggang membuat tanaman jengkol diperkirakan mempunyai kemampuan untuk menyerap air tanah yang tinggi, sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.(glb)

1 Comment »

  1. wah kayaknya pengemar jengkol kudu menyimak nehhhh

    Comment by blog unix — 2 December, 2008 @ 4:02 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: