tymask.ono

16 June, 2008

Buta? Main game yuk!!

Filed under: Health — tymask @ 7:10 pm

Rama (Aty Nurhayati)

Jakarta – Dunia game ternyata tak hanya menjadi hiburan bagi orang berpenglihatan saja. Saat ini tunanetra pun sudah bisa main game, tentu saja bukan video game, melainkan audio game, bentuk permainan yang memanfaatkan suara sebagai media bermain.

Sama halnya dengan game-game umum, audio game dapat dimainkan menggunakan komputer. Nah, lewat artikel ini penulis ingin menunjukkan sekilas mengenai audio game dan game-game yang sudah tersedia, dengan harapan dapat memotivasi programmer atau developer game untuk mengembangkan game bagi tunanetra.

Kalau main game di konsol atau komputer mungkin sudah menjadi hal yang umum bagi kebanyakan orang. Namun, ternyata kini tunanetra pun sudah menikmati game sebagai salah satu media hiburan mereka. Lewat audio game, tunanetra dapat memainkan game-game kartu seperti Poker, Blackjack, atau domino. Mereka pun dapat memainkan game-game klasik seperti ular tangga dan monopoli, atau yang lebih menantang seperti game tembak-tembakan dan balapan.

Bagaimana caranya? Seperti yang telah penulis sebutkan di atas, audio game memanfaatkan suara sebagai media penghantar informasi. Dengan menggunakan teknologi stereo atau surround, sebuah audio game dapat dimainkan di PC.

Contoh paling sederhana adalah permainan monopoli. Tunanetra yang memainkannya cukup mendengarkan informasi peraturan main dan nama tempat yang ada di papan bermain. Jadi, instruksi dalam bentuk suara akan terdengar saat tunanetra memainkannya.

Misalnya, pemain dapat menekan panah atas atau bawah untuk memilih menu Buy, Roll Dice, atau Exit Game. Setelah setuju, tekan ENTER untuk mengaktifkan perintah yang diinginkan. Jika memilih Roll Dice misalnya, maka komputer akan menyuarakan perolehan dadu yang dilempar dan memberi informasi tempat dimana bidak berada, dan selanjutnya pemain dapat menentukan pilihan seperti halnya bermain monopoli biasa.

Untuk audio game yang lebih kompleks, tata suara stereo dan surround mulai digunakan. Dalam permainan balap mobil misalnya, selain menggunakan announcer untuk menggambarkan keadaan arena dan memandu pemain dalam mengendalikan mobil, pergerakan kendaraan disimulasikan dengan tata suara stereo. Kalau mobil berbelok ke kiri, maka suara mesin mobil hanya terdengar di speaker kiri saja. Jika mobil berada di tengah jalur, maka kedua speaker akan berbunyi, seolah-olah suara tersebut berada di tengah-tengah antara kiri dan kanan.

Sayangnya, karena game-game tersebut dibuat untuk konsumen tunanetra, elemen visual menjadi hal nomor dua yang sering diabaikan. Jadi, seringkali audio game yang beredar di pasaran tidak dilengkapi dengan gambar, sehingga orang berpenglihatan tak dapat melihat atau menikmatinya.

Salah satu audio game yang memiliki elemen visual adalah Tiflo 21, sebuah game kartu blackjack yang dapat dimainkan dalam dua bahasa; Spanyol dan Inggris. Karena game ini juga dilengkapi dengan gambar (kartu, informasi nilai, dan keterangan menu), maka orang berpenglihatan pun dapat memainkan game ini, atau menguji ketangkasan tunanetra yang memainkannya.

Bagi tunanetra yang gemar memainkan audio game yang lebih menantang, permainan sederhana seperti menghindari kejaran robot penjaga atau menembak Sinterklas yang terbang di udara tentu sudah tidak terlalu sulit lagi. Namun, sanggupkah mereka menerima tantangan menyelamatkan kerajaan besar dan bertempur melawan iblis jahat di dunia maya?

Castle Quest

Adalah BSC Games (http://www.bscgames.com), sebuah asosiasi ketunanetraan di internet yang mengkhususkan diri bergerak dalam bidang pengembangan audio game, yang telah merilis audio game mereka, Castle Quest (31/12/2004).

Berbeda dengan audio game sederhana lainnya, Castle Quest merupakan pengembangan dari game berjenis “role playing game” (RPG), yaitu permainan berbentuk petualangan yang disajikan dalam alur cerita dan musik. Selain terlibat dalam pertempuran dan perjalanan panjang, pemain juga harus menyelesaikan misi dan memecahkan teka-teki sesuai dengan alur cerita.

Dalam game Castle Quest, kita bertugas menyelamatkan kerajaan Nevora dari ancaman raja iblis Raama dan bala tentaranya. Kita dapat memilih apakah ingin bermain sebagai pahlawan pria atau wanita, memilih jenis keahlian yang diinginkan (seperti ksatria, penyihir, pemburu, atau pemanah), bahkan mempelajari berbagai ilmu kesaktian dan memakai puluhan senjata!

Bagaimana Dengan Game Online?

Lalu, bagaimana dengan game online? Tentu saja tunanetra tak dapat memainkan game online seperti Ragnarok Online atau Counter Strike. Game online yang paling mungkin dimainkan adalah yang berjenis text-base alias menggunakan kata-kata sebagai media penghantar informasi. Untuk itu, tunanetra membutuhkan program pembaca layar (screen reader) yang dapat membacakan isi website berikut kalimat-kalimat yang ada di dalamnya (Bukan image, tapi font berformat ASCII).

Salah satu contohnya — yang juga penulis mainkan — adalah The Dark Grimoire (http://www.darkgrimoire.com). Dalam game ini, kita akan bertualang di sebuah dunia fantasi bernama Valorn. Kita dapat memilih apakah ingin menjadi ksatria, penyihir, pencuri, atau dukun. Masing-masing karakter memiliki keunikannya sendiri-sendiri.

Selain itu, kita juga dapat berinteraksi dengan pemain lain melalui fasilitas message dan chat yang semuanya juga dapat diakses oleh tunanetra.

Penasaran dan ingin tahu lebih lanjut tentang audio game? Berikut ini link yang dapat Anda kunjungi: http://www.audiogames.net

Situs ini merupakan gudangnya audio game yang dapat Anda unduh. Anda dapat menyimak perkembangan audio game terkini, atau bergabung dengan komunitas audio game via forum yang tersedia. Beberapa game sudah tidak dapat diunduh lagi, namun sebagian besar game masih tersedia. Penulis merekomendasikan game-game berikut untuk diunduh; Crazy Tennis, Dark Destroyer, Pigeon Panic, SonicMatch, Tiflo 21, Winpoly, dan Winspank.

*)Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat http://www.ramaditya.com.

Penulis: Eko Ramaditya Adikara – detikinet

1 Comment »

  1. Ka pengen krimin game skrng

    Comment by Anita — 24 September, 2009 @ 4:03 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: