tymask.ono

3 July, 2008

Menara Jakarta : Tertinggi di dunia!

Filed under: World best — tymask @ 11:55 am

JAKARTA TOWER


jakarta tower paling kanan

Menara Jakarta adalah sebuah menara baru yang akan dibangun di ibu kota Jakarta, Indonesia, di area Bandar Baru Kemayoran. Menara ini setinggi 558 meter dan direncanakan akan selesai pada tahun 2010 atau 2011. Pada saat selesainya pembangunan, gedung ini akan masuk kedalam jajaran gedung-gedung tertinggi di dunia.
Sejarah dan pembangunan saat ini
Menara Jakarta merupakan proyek besar yang dimulai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang digagas sejak tahun 1995. Menara ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia.

Sayembara desain (1996-1997)
Pembangunan menara itu pada awalnya dikembangkan oleh trio usahawan besar, yakni Sudwikatmono, Prajogo Pangestu, dan Henry Pribadi, melalui PT Indocitra Graha Bawana. Biayanya diperkirakan sekitar 400 juta dollar AS (waktu itu masih sekitar Rp 900 miliar).

Semula, Menara Jakarta akan dibangun di area Kuningan, tetapi Soerjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, tidak setuju, dan mengusulkan untuk membangunnya di daerah Kemayoran yang pertumbuhannya masih sulit.

Perusahaan-perusahaan desain arsitektur kaliber internasional diundang berpartisipasi dalam sebuah sayembara desain arsitektur untuk gedung tersebut. Ketentuan sayembara tersebut adalah bahwa gedung tersebut harus mengandung lambang Trilogi Pembangunan, Pancasila, dan 17 Agustus (hari kemerdekaan Republik Indonesia). Desain dan maket menara itu diperlihatkan kepada Mensesneg (waktu itu) Moerdiono selaku Ketua Badan Pengelola dan Pengembangan Bandar Baru Kemayoran di Sekretariat Negara.

Pada tahun 1996, Sayembara tersebut dimenangkan oleh Murphi/Iohn dari Amerika Serikat. Hanya saja, karena desain ini terlalu mahal untuk dikembangkan, maka pemerintah memilih desain dari pemenang kedua yakni East Chine Architecture Design & Research Institute (ECADI), yang juga membangun Shanghai Oriental Pearl Tower di China. Desain ECADI ini dipilih karena para juri menganggap desainnya sederhana dan masih bernuansa Asia.

Peresmian pembangunan dilakukan pada tahun 1997 oleh Gubernur Jakarta Soerjadi Soedirdja dan Mensesneg Moerdiono setelah disetujui oleh Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta. Presiden Soeharto mengusulkan agar nama Menara Jakarta diganti menjadi Menara Trilogi.

Pembangunan Menara Trilogi mulai dilaksanakan tahun 1997. Karena anggaran membesar, pengembang mulai mencari suntikan dana dari investor asing. Total dana yang dibutuhkan menjadi sekitar 560 juta dollar AS (waktu itu sekitar Rp 1,2 triliun). Pihak asing ditargetkan memiliki sebagian saham dan sebagian lagi dimiliki pengembang dalam negeri.

Krisis ekonomi (1997)
Ketika terjadi krisis ekonomi di Asia pada tahun 1997, industri properti Indonesia pun jatuh sehingga banyak sekali proyek konstruksi yang ditunda maupun dibatalkan, termasuk Menara Trilogi. Dengan dihentikannya pembangunan Menara ini, beton-beton yang sudah ditanam dibiarkan mangkak dan area tersebut menjadi genangan air yang luas.

Kelanjutan proyek Menara Jakarta (2003 hingga sekarang)
Setelah perekonomian Indonesia mulai bangkit kembali, Pemerintah Jakarta tetap akan meneruskan pembangunan Menara tersebut dengan kembali menyebut nama Menara Jakarta. Menara Jakarta pun dilanjutkan pada tahun 2003 melalui sebuah konsorsium baru, yakni PT Persada Japa Pamudja (PJP) yang terdiri dari para pengusaha besar nasional.

Peresmian pembangunan menara yang diproyeksikan menjadi menara tertinggi di dunia itu dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Bambang Kesowo dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tanggal 15 April 2004.

Menurut Presiden Komisaris PT Prasada Japa Pamudja (pengembang sekarang dari Menara Jakarta), yakni Abraham Alex Tanuseputra, Menara ini akan menjadi proyek besar dan merupakan eksistensi untuk menunjukkan kemampuan dan peradaban bangsa Indonesia guna mampu sejajar dengan bangsa lainnya di dunia, serta dibangun oleh putra putri bangsa Indonesia.

Pembangunan menara akan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama pembangunan ruang podium 17 lantai yang direncanakan selesai pada tahun 2008/2009. Bagian kedua adalah pembangunan tower yang diprediksikan akan selesai pada tahun 2010-2011.

Visi pembangunan
Direktur Proyek Menara Jakarta, Roesdiman Soegiarso mengatakan, visi pembangunan Menara Jakarta adalah “Sentra Gaya Hidup”.

Menurutnya, “Sentra Gaya Hidup” merupakan impian dan konsep Menara Jakarta yang mengedepankan sebagai tempat yang memberi semangat hidup, pengembangan dan pusat teknologi, hiburan, pendidikan pariwisata dan perdagangan untuk menghadapi abad ke-21.

Dimensi menara

Menara JakartaMenara Jakarta akan dibangun di area seluas 306.810 meter persegi. Gedungnya sendiri akan seluas 40.550 meter persegi dengan tinggi 558 meter.

Seperti desain awalnya pada tahun 1997, dalam pembangunan yang baru ini, menara tetap memiliki tiga kaki yang akan menjulang hingga ketinggian 500 meter. Masing-masing kaki berbentuk silinder, berdiameter 13,2 meter. Dua di antaranya berisi masing-masing tiga lift dengan kecepatan 7 meter per detik. Kaki ketiga berisi delapan lift khusus untuk pengunjung. Pada gedung ini terdapat 10 unit elevator/lift.

Selain itu, pada bagian bawahnya, menara itu diikat lagi dengan cincin beton berdiameter 40 meter dengan tinggi 15 meter. Untuk lebih menstabilkannya, menara tertancap dengan fondasi berdiameter 80 meter sampai kedalaman 58 meter di bawah tanah.

Menurut pengembang, Menara Jakarta akan menyerap 20.000 lebih tenaga kerja selama pembangunan, dan lebih dari 40.000 tenaga kerja setelah gedung difungsikan.

[sunting] Fasilitas
Menara Jakarta rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas:

Tempat parkir seluas 144.000 meter persegi
Gedung podium setinggi 17 lantai.
Lift yang mencapai puncak menara
Restoran berputar
Mal besar
Kafe
Taman hiburan
Museum sejarah Indonesia
Hotel
Ruang serba guna/konferensi yang bisa menampung sepuluh ribu pengunjung
Ruang-ruang perkantoran seluas 8.000 meter persegi
Pusat pameran
Pusat pendidikan dan pelatihan
Pusat multimedia disertai pemancar siaran radio dan televisi
Pusat perdagangan dan bisnis
Pusat olah raga
Diperkirakan, sebanyak 4-6 juta pengunjung setiap tahunnya akan mengunjungi Menara Jakarta.

Fakta Lainnya
Jika menara itu selesai dikerjakan tahun 2010 atau 2011, dengan ketinggian 558 meter, ia akan menjadi bangunan menara (namun bukan gedung) tertinggi di dunia, mengalahkan ketinggian:

Canadian National Tower (553 meter), Toronto, Kanada
Menara Ostankino (540 meter), Moskwa, Rusia
Oriental Pearl Tower (468 meter), Shanghai, China, dan
Menara Kembar Petronas (452 meter), Kuala Lumpur, Malaysia
Sebagai pembanding, tinggi Tugu Monas Jakarta hanya 137 meter. Dengan demikian, Menara Jakarta akan memiliki tinggi sekitar 4 kali tinggi Tugu Monas.

Setelah melewati seluruh masa pembangunannya, Menara Jakarta akan menjadi gedung tertinggi di belahan bumi bagian selatan. Rekor ini saat ini dipegang oleh gedung residensial Q1 dengan ketinggian 344 meter yang terletak di Surfers Paradise, Gold Coast, Australia.

Biaya
Biaya pembangunan megaproyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,4 triliun pada awalnya dan membengkak menjadi hampir Rp 2,7 triliun setelah kenaikan harga baja dunia.

Menurut direktur PT Prasada Japa Pamudja, Ferry Sangeroki, pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini adalah “lebih dari seratus perusahaan dan individu”. Ia mengatakan bahwa proyek tersebut dibiayai melalui tiga jalur: partisipasi modal (Rp 400 miliar), pinjaman sindikasi (Rp 600-800 miliar), dan penjualan pra-proyek (sekitar Rp 1,3 triliun).

Kontroversi

Kesenjangan sosial dan ekonomi
Pada tahun 1995-1997, Menara Trilogi menjadi bahan kecaman terutama adalah dana serta fungsi Menara tersebut di tengah kesenjangan sosial dan ekonomi yang masih membentang. Theo Syafei, bekas Pangdam Udayana, mengatakan, “Lebih baik dana sebesar itu digunakan untuk pembangunan kawasan Timur Indonesia.” Karena itu, menara ini mulai dikenal pula dengan sebutan “Menara Kesenjangan”. Koran The Jakarta Post menyebutnya sebagai “tower of indifference” (menara ketidakpedulian). Beberapa anggota DPR menyebutnya proyek “mercusuar”, suatu penamaan terhadap proyek-proyek di zaman Bung Karno yang dianggap (terutama oleh pendukung Orde Baru) sebagai proyek untuk pamer ke dunia luar, tanpa manfaat yang jelas bagi rakyat.

Sudwikatmono sebagai pemilik proyek ini di masa itu, membantah jika menaranya disebut proyek mercusuar. Alasannya, tidak seperti Monas yang dibangun pemerintah, Menara Trilogi ini murni dibuat oleh swasta. Mensesneg Moerdiono menanggapi mengenai kesenjangan sosial yang ironi dengan proyek ini hanya menerangkan manfaat teknis bagi dunia arsitektur, konstruksi, dan dunia penyiaran radio dan televisi. Rencananya, pucuk menara memang bakal dijadikan pacak antena radio dan televisi.

Gereja Bethany
Pada periode pembangunan sekarang (2006-2011), salah satu kontroversi yang cukup mengemuka mengenai Menara Jakarta adalah bahwa Menara ini akan menjadi Christian Center yang didukung oleh Gereja Bethany Indonesia. Pasalnya, Presiden Komisaris pengembang proyek ini, PT Prasada Japa Pamudja adalah Abraham Alex Tanuseputra yang menjabat sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia. Selain itu, proyek ini sering disebut sebagai Menara Doa Jakarta atau Jakarta Revival Center.

14 Comments »

  1. Wow..
    Keren…
    Tp, kok designerny dr luar ngr??
    Co phaise z…

    Comment by Wilvia — 3 July, 2008 @ 12:06 pm

  2. ya iya la…

    kalo tar anak bangsa yang desain…
    tar bentuk gedungnya kek borobudur r… ato rumah gadang.
    wakaka..

    Comment by tymask — 3 July, 2008 @ 12:15 pm

  3. Wew…
    Kl gt, ngapaen jg mrk bljr arsitek??
    G mgkn g ikut perkembangan…
    Hoho..

    Comment by Wilvia — 3 July, 2008 @ 12:22 pm

  4. ya ela…

    ga terpercaya e r.,,
    proyek kek gitu besar,,,
    harus diserahkan pada arsitek yang uda profesional la…’

    kalo arsitek2 dalam negeri si kalo disuru desain rumah gitu baru pandai…

    kalo desain gedung si jarang.. karena di indo sendiri jarang ada gedung pencakar langit,,, kadi jam terbangnya masi rendah gitu..

    semoga bermanfaat

    Comment by tymask — 3 July, 2008 @ 1:18 pm

  5. Menara ini kagak jadi dibangun. Kalo gak percaya silahkan lihat sendiri di lokasi di depan Jakarta International Expo. Pengembangnya bangkrut

    Comment by yudianto — 22 August, 2008 @ 3:17 pm

  6. aku se stuju menara itu dibangun, biar indonesia sedikit lebih dibaca di dunia internasional. tapi kalo msh ada embel-embel agama sih aku gak stuju, karena gak lg mewakili indonesia yang majmuk.

    Comment by kiko — 31 August, 2008 @ 8:18 pm

  7. gua bisa desain kaya gitu…gk percaya datang kerumah gua ..taliatin kamu desain gua .menara..kembar seribu..tinggi 750 m…eh.. serius..

    Comment by ridwan — 6 February, 2009 @ 11:12 pm

  8. gua kan arsitek..masa sih kaya gitu..harus orang asing…dapetin..tu liat ….air port hasanuddin 100 persen.. asli indonesia….ya gk..gue sih vcuman denger sam orang…betul gk temen…air port hasanuddin..gk kala baek lo..bandara ada didunia lo…kali..
    ]

    Comment by ridwan — 6 February, 2009 @ 11:16 pm

  9. Untuk mencapai puncak menara, kalau lift-nya dengan kecepatan 7 meter perdetik = 420 meter/menit terlalu lambat. Gedung Taipe 101 saja di Taiwan yang tertinggi dunia sekarang kecepatannya 1010 meter permenit (mpm). Harusnya kecepatannya minimum 750 atau 1000 mpm lah untuk lift yang menuju puncak. Kalau lift-lift lainnya, kecepatannya tergantung dari zone-nya.

    Comment by iwan s — 10 February, 2009 @ 1:09 pm

  10. Gw stuju bgt tuh, tp klo menaranya kembar kan bisa lbh bagus tuh biar malaysia tambah iri sama kita.

    Comment by Ijal — 11 March, 2009 @ 4:54 pm

  11. punya menara tertinggi….. asal jangan kebanjiran aja……., kan malu ama turis yang lagi enjoy di jakarta……………,

    Comment by yopa — 4 May, 2009 @ 4:26 pm

  12. wah ada tempat baru nich….. buat eke cari bule-bule hot….! tapi awas RANTIP jangan nakal ya …. ntar eke sodot..! penisnya…. heheheheheheeheh wewewew

    Comment by tata — 4 May, 2009 @ 4:28 pm

  13. mo nanya info: udah sempet dibangun trus terbengkalai atau emg baru maket doang? ada yg tau di lokasi tsb sekarang jadi apa??

    Comment by nilam — 14 October, 2009 @ 8:33 am

  14. Wah …. yang Ditunggu-tunggu datang juga …. ! tapi kapan yah ?

    Comment by Achmad Bachrun Dua — 30 September, 2012 @ 9:53 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: