tymask.ono

5 July, 2008

Viva la Pasta!

Filed under: Foodaholic — tymask @ 8:54 pm

Berbicara tentang pasta, pasti tidak bisa dipisahkan dengan Italia, memang dari sinilah bahan pangan kenyal sejenis mi pertama kali dipopulerkan. Lebih dari 400 macam pasta lahir dari bumi Marco polo ini, dan sekarang tersebar hampir di seluruh penjuru Dunia. Jadi tidak hanya pizza, olive oil dan keju mozzarella saja yang terkenal bukan? Mari kita jelajahi aneka pasta Italia lebih dekat.

Sejarah Pasta

Banyak orang salah duga kalau pasta berasal dari Italia. Jika di tilik dari sejarahnya, sebenarnya pasta berasal dari negeri tirai bambu Cina. Sejarah kuliner Tiongkok telah mengenal mi sebagai cikal bakal pasta. Awalnya pada tahun 1295 Marco Polo membawa oleh-oleh mi setelah berkunjung ke Cina. Buah tangan ini ternyata sangat disuka dan mereka mencoba membuatnya. Akhirnya di negeri menara miring Pisa ini mi berkembang menjadi pasta seperti yang kita kenal saat ini.


Penelitian lain menyatakan pasta berasal dari Sicillia, Italia. Masyarakat setempat telah mengkonsumsi pasta sebelum tahun 1138, sedangkan Marco Polo baru lahir satu abad setelah tahun itu. Tentang versi mana yang benar, sampai saat ini masih belum terjawabkan. Sedangkan di Indonesia, pasta konon di bawa oleh para bangsawan Belanda selama masa penjajahan.

Bahan dan Pembuatan
Pasta adalah produk dari tepung terigu hard wheat varietas durum atau tepung semolina (milled durum), yaitu butiran dari endosperm biji gandum. Tepung ini kemudian dicampur dengan air dan diperkaya dengan telur. Hanya varietas gandum jenis durum yang cocok untuk membuat pasta. Tingginya kandungan protein gluten terkandung menjadikan adonan pasta kenyal dan elastis, adonan ini kemudian dibentuk dan dikeringkan hingga kadar airnya 12 %, tentunya agar tahan disimpan lama.

Ragam Bentuk Pasta
Ada ratusan bentuk pasta, berikut beberapa diantaranya:
1• Farfalle. Pasta bentuk dasi kupu-kupu dengan tepi bergerigi. Cocok untuk hidangan salad atau main course dengan saus yang creamy seperti mornay sauce.
2• Conchiglioni. Menyerupai kulit kerang. Lebih pas untuk isi soup, salad dan main course.
3• Cannelloni. Bentuknya seprti pipa berlubang dengan diameter 3 cm panjang ± 5 cm. Sejenis cannelloni dengan bentuk lebih pendek dikenal dengan nama rigatoni, sedangkan yang berujung serong disebut penne. Cocok di masak dengan daging dan keju pada hidangan panggang maupun rebus.
4• Lasagne. Berbentuk lembaran tipis dengan panjang ± 27 cm, lebar 5 cm. Dapat dijumpai dalam tiga warna, kuning untuk hidangan panggang, merah biasanya di olah dengan saus tomat dan hijau cocok dipadu dengan bayam atau aneka sayuran.
5• Spaghetti. Bentuknya seperti lidi panjang tanpa lubang. Sangat cocok di sajikan dengan saus bolognese (saus tomat dengan daging cincang). Masih sejenis spaghetti dengan ukuran lebih kejil dan pendek dikenal dengan sebutan vermicelli. Cocok diolah bersama seafood, daging maupun untuk isi soup.
6• Fusilli. Menyerupai bentuk spiral. Biasanya di olah dengan cream sauce dengan tomat dan kacang polong.
7• Macaroni. Pasta bentuk pipa melengkung dengan lubang ditengahnya. Terasa pas untuk hidangan panggang seperti macaroni schootel dan isi aneka soup.
8• Canelloni. Seperti pipa agak besar. Biasanya diisi daging pada bagian tengahnya yang berlubang.
9• Fettuccine. Bentuknya seperti kuetiau, pipih dan lebar. Dapat dijumpai dalam tiga warna, hijau dari sari bayam, hitam dari tinta cumi-cumi, dan kuning dari telur. Cocok dijadikan sajian main course dengan daging, keju, sayuran atau seafood

Tips Mengolah Pasta:
1• Pasta terasa pas kekenyalanya jika direbus sampai al dente, tidak mentah dan tidak terlalu matang sehingga terasa kenyal jika digigit.
2• Rebus pasta dengan air yang sudah mendidih dan banyak. Perbandingannya 1.5 liter air untuk 100 gr pasta. Cara ini memungkinkan pasta mengembang sempurna dan tidak saling menempel.
3• Pasta basah memerlukan 2-3 menit waktu perebusan, untuk yang kering 8-10 menit. Kurang dari waktu ini biasanya pasta akan terasa mentah, jika lebih pasta akan lunak dan kehilangan kekenyalan.
4• Tambahkan sedikit garam pada air perebusan agar cita rasa pasta lebih lezat
5• Jangan menambahkan minyak atau mentega supaya pasta tidak saling lekat. Tinggalkan kebiasaan ini karena menjadikan saus pelengkap tidak bisa meresap pada pasta.
6• Campur dengan saus pelengkap segera selagi panas. Cara ini lebih baik karena menjadikan saus lebih meresap, pasta tidak saling menempel dan lebih lezat tentunya.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: