tymask.ono

7 July, 2008

First Aid buat Anak – anak

Filed under: Kids Planet — tymask @ 11:26 am

Good one to know,

1) Luka Bakar
Lakukan : Pertolongan pertama, biasanya segera diguyur
dengan air dingin yang mengalir untuk mengurangi panas
dan mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas.
Lepaskan pakaian anak secara perlahan dan ‘kipas-kipas’
agar panasnya berkurang. Kemudian segera bawa ke rumah
sakit terdekat.
Penggunaan Salep luka bakar “BIOPLASENTON” akan
sangat membantu.
Jangan : Sebaiknya hindari pemberian kecap, mentega atau
pasta gigi pada bagian yang terluka karena bisa menjadi
tempat berkumpul kuman & infeksi.
Jangan mandikan anak dengan air karena dapat
menyebabkan hipotermi (menurunkan suhu tubuh) dan
bisa memecahkan lepuhan luka.

2) Luka Berdarah
Lakukan : Tekan luka dengan kapas yang dilapisi kasa steril,
sampai darah berhenti. Kemudian balut dengan kasa bersih
yang telah diberi obat merah.
Ikat dengan kuat, tapi tidak terlalu kencang. Kalau terlalu
dalam, bawa ke dokter, karena mungkin harus dijahit dan
diberi antibiotik agar tidak infeksi.
Jangan : Hindari penggunaan sapu tangan yang ‘diragukan’
kebersihannya, karena bisa membuat luka infeksi.
Jangan menutup terlalu rapat luka tersebut, karena bisa
‘membuat’ kuman lebih gampang berkembang.

3) Mimisan
Lakukan : Tenangkan anak agar ia tidak merasa panik dan
segera tidurkan anak dengan posisi kepala lebih rendah
dari kaki. Ini dilakukan agar darah tidak kembali keluar
dari hidung. Pengobatan alternatif lainnya adalah
menciumkan irisan daun sirih ke hidung anak.
Jangan : Cegah anak dari memegang dan memencet hidungnya,
karena bisa mempercepat pendarahan.

4) Syok
Lakukan : Baringkan anak di permukaan datar dan angkat
kedua kaki agar letaknya lebih tinggi dari jantung.
Ini dilakukan agar darahnya kembali mengalir normal.
Lepaskan pakaian yang terlalu ketat dan mengikat.
Terus cek pernapasan, selama anda menunggu dokter
datang ke rumah.
Jangan : Jangan peluk si kecil dengan alasan memberikan
ketenangan padanya. Ini justu membuat ia tidak lega bernapas.
Jangan biarkan orang mengerumuni si kecil, karena dia
membutuhkan kadar oksigen yang lebih besar.

5) Pingsan
Lakukan : Longgarkan pakaian anak dan perhatikan 4 hal
berikut ini:
1) Jika tidak bereaksi, miringkan kepala anak dan periksa
pernapasannya
2) Jika bernapas, kepalanya tetap dimiringkan,
tetapi periksa kemungkinan cedera kepala dan leher.
3) Jika bernapas tapi mendengkur, periksa pernapasan
dengan jari perlahan, mungkin ada yang menyumbat.
4) Jika tidak bernapas, lakukan pernapasan dari mulut ke mulut.
Jangan : Jangan menunggu waktu lama untuk membawa
anak ke dokter. Selama itu, jangan beri makanan atau
minum apapun.

6) Keracunan
Lakukan : Usahakan agar anak memuntahkan zat yang
mengandung racun (kecuali zat korosif), tapi jangan paksa
tenggorokannya. Coba dengan memberikannya segelas air
garam. Kalau ia memakan zat korosif, beri anak minum
susu dingin dan segera bawa ke rumah sakit.
Jangan : Jangan beri makan apa pun jika anak mengalami
kejang atau mengeluarkan buih ketika keracunan.

7) Tercekik
Lakukan : Segera lepaskan benda yang mencekik leher anak.
Jika leher terikat, lepaskan dengan gunting, tapi tetap
sanggah tubuhnya sementara Anda melepaskan ikatan.
Jangan : Jangan menunggu terlalu lama melepaskan ikatan,
karena kecelakaan tercekik sangat cepat dapat
menghambat jalan napas.

Tersedak
Lakukan : Baringkan anak dalam posisi telungkup,
tepuk-tepuk punggungnya beberapa kali. Segera balikkan
tubuhnya sehingga terlentang kembali di atas pangkuan Anda.
Aturlah agar posisi kepalanya lebih rendah dari tubuhnya.
Kalau memungkinkan keluarkan benda asing tersebut,
tapi jika tidak segera bawalah anak ke rumah sakit.
Jangan : Jangan sekali-kali memasukkan tangan ke dalam
mulutnya, dengan maksud mengeluarkan benda asing tersebut.
Yang ada nantinya akan menyebabkan benda asing tersebut,
makin terdorong masuk ke dalam.

9) Tersengat Listrik
Lakukan : Putuskan aliran listrik yang mengenai tubuh si
kecil dengan bahan lator, seperti handuk kering dan pakai
alas kaki yang kering. Segera periksa jalan pernapasannya,
jika berhenti, lakukanlah pernapasan buatan dari mulut ke
mulut.
Jangan : Jangan sepelekan luka bakar yang terjadi,
sekecil apapun segera obati dengan obat luka.
Ditakutkan luka tersebut bisa berkembang menjadi infeksi

10) Gigitan Binatang
Lakukan : Hibur anak agar ia tidak panik dan tidak
menimbulkan trauma berkepanjangan. Cuci lukanya
dengan sabun untuk mengilangkan darah. Jangan lupa
oleskan krim antibiotik dan tutup dengan kasa steril.
Tapi kalau luka membengkak, segera bawa si kecil ke dokter.
Jangan : Jangan biarkan anak menggaruk-garuk luka
akibat gigitan binatang ini. Tindakan ini bisa membuat luka
pada gigitan semakin besar. Kalau anak merasa alergi pada
bekas gigitan, coba beri krim yang mengandung halamin.

11) Proses Pernapasan Buatan :
1. Baringkan anak dengan kepala ditarik perlahan ke belakang,
agar jalan napas terbuka. Longgarkan seluruh pakaian
yang mangikat
2. Buka mulut anak dengan menekan rahangnya perlahan
dengan satu tangan, jaga tangan jangan sampai menekan leher.
Kemudian pencet hidungnya
3. Tempelkan mulut anda ke mulut anak sampai seluruh
mulut menutup bibir anak
4. Hembuskan napas kuat-kuat ke dalam mulutnya,
sampai terlihat gerakan naik turun pada dada. Kalau ini terjadi,
Anda telah melakukannya dengan benar.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: