tymask.ono

28 January, 2009

Oh..Nani..

Filed under: Health — tymask @ 11:51 am

onani_m

“Tanpa masturbasi rasanya seperti di neraka, namun setelah masturbasi, rasanya biasa saja.” – pecandu masturbasi..

menurut hemat saya, mengatasi kecanduan masturbasi adalah tidak menciptakan perang atau konflik terhadapnya.. juga tidak menganggap masturbasi sebagai dosa atau bukan dosa.. tapi menyadari dari segi manfaat dan bahagia..

Kita yang telah kecanduan pasti menyadari ada rasa tidak bahagia dan perasaan tidak enak setelah melakukan masturbasi. Mereka yang telah melakukan bertahun-tahun akhirnya menyadari bahwa mereka merasa telah terikat, dan mencapai titik kecanduan yang sulit lepas dan seolah2 menjadi seperti budak. Artinya kita tidak dapat lagi mengendalikan diri dan kehilangan akal sehat, bila perasaan horny muncul.

Mengapa muncul perasaan tidak enak ?

Dapat dipastikan sebagian besar pelaku masturbasi adalah berdasarkan khayalan, bukan realita. Jadi pada saat melakukan masturbasi, sang pelaku berkhayal dan bervisualisasi. Setelah selesai masturbasi, mereka menyadari semua itu hanya khayalan. Efek lainnya adalah konsentrasi dan daya pikir sang pelaku dalam kehidupan sehari-hari menjadi berkurang drastis, karena pikirannya yang cenderung sensual membuat ia sulit berpikir jernih. Ia telah menjadi budak, dan ini tentu saja tidak enak. Hawa nafsu telah mengontrol diri kita dan memerintah kita apa yang harus kita perbuat.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Selama bertahun-tahun, aku menganggap masturbasi-onani-coli adalah sebuah dosa dan bukan dosa. Bagaimanapun aku bersumpah untuk tidak melakukannya lagi, aku tetap melakukannya. Aku terperangkap dalam dualitas ini, yang sebenarnya lebih penting bagiku untuk secara jernih melihat apa inti permasalahan. Bukan berdebat apakah itu dosa atau tidak dosa.

Mereka yang melakukan masturbasi dan kecanduan kebanyakan awalmulanya dipicu oleh perasaan “HORNY” tapi dalam kehidupan sehari-harinya kebanyakan dari mereka itu tidak bahagia, kesepian, stress, banyak tekanan, dan sejenisnya. Sehingga ingin mencari pelarian. Jarang sekali ada orang yang berbahagia melakukan masturbasi. Masa kecil yang tidak bahagia, trauma, juga bisa menjadi pemicu melakukan onani sebagai pelarian.
masturbation_prostate_cancerLangkah pertama adalah menyadari “mengapa saya masturbasi” ? temukan akar permasalahannya..

buat saya, akar permasalahannya saya adalah “karena saya tidak bahagia dan saya ingin bahagia, tapi aku tidak tau cara bahagia selain onani”

pada intinya juga, pengalaman hiduplah yang membuat aku menyadari, membawa aku ke tahap ini. Karena aku setelah berurusan dengan hal2 berbau seks, melakukan coli sendiri scr rutin, seks bebas, pornografi, coli bareng, mengintip orang, ke panti pijat, dioral secara rame2 dibioskop, seks di toilet umum, dll. Dan aku merasa tidak bahagia juga.

Di sisi yang lain kita perlu tau cara untuk mengrelease ( melepaskan ) energi seksual ini. Karena bagaimanapun bila energi seksual ini tidak tersalurkan, kita cenderung akan gelisah dan horny. Kita juga perlu untuk menemukan cara yang dapat meminimalisasi munculnya energi seksual, mengurangi pemicu energi seksual.

Saya ingin Anda sendiri menemukan jawaban untuk Anda sendiri. Karena jawaban untuk Anda bisa saja berbeda. Anda sendiri perlu kreatif dan berupaya untuk mengenal diri Anda sendiri.

Bila saya masih lajang, tetapi tetap belum bisa lepas dari kecanduan masturbasi, bagaimana donk ?

Well, saya tidak dapat menjawab untuk Anda. Tapi bila ini adalah kasus saya, pertama2 saya akan bilang :
“Accept who you are” – “Terimalah dan Cintai diri Anda sebagaimana adanya”
“Jangan merendahkan diri anda sendiri, Jangan menghakimi”
“Jangan menganggap masturbasi adalah dosa atau bukan dosa”

Lakukanlah masturbasi sebagaimana kita biasa melakukannya. Tapi kali ini dengan cara yang agak berbeda. Kita tidak melakukannya dengan khayalan, dan kita perlu berusaha untuk itu. Bole saja tetap bermasturbasi, tapi pikiran kita perlu untuk tidak terseret dalam khayalan / cerita skenario dalam pikiran kita. Sadari saja sepenuhnya apa yang sedang anda lakukan. Bila pikiran kita sudah cenderung berkhayal, maka sadari saja. Begitu seterusnya.. Dan juga anda tidak perlu membawa beban, bahwa tidak berhasil sadar berarti adalah dosa/salah. Tidak ada dosa di sini. Bila anda mau mengekspresikan untuk menyayangi diri anda sendiri misalnya mengelus dada, paha, pantat dsbnya , ya itu oke.

Tetapi lebih baik itu dilakukan dengan kesadaran dan tidak ada khayalan bahwa kita sedang melakukan dengan seseorang ( orang lain ). Tapi kita tau dan sadar itu dada kita, itu paha kita, itu pantat kita. Lakukan dengan santai, rileks dan tidak terburu-buru, dan lebih baik bila tidak mudah ejakulasi atau tidak ejakulasi.

Setidak2nya kita akan menyadari, dengan cara ini akan lebih baik buat mengrelease energi seksual daripada dengan khayalan. Pastikan waktu itu Anda mulai dengan perasaan rileks dan nyaman.

ini sebagai tambahan

cara2 yang dianggap dapat mengurangi pemicu energi seksual adalah :
– berpuasa dari daging hewan artinya tidak makan daging hewan. Memakan daging hewan, dapat memicu energi panas dan energi seksual dalam diri kita. Selain itu, kita cenderung gelisah, lebih mudah emosi dan sulit berpikir dengan tenang. Anda dapat membuktikannya sendiri.
– tidak banyak makan/minum yang dapat menimbulkan banyak energi panas, seperti cabe, bawang merah, alkohol, dan sejenisnya.
– kurangi makan berlebihan.
– menghindari zona2 / atmosfir yang tidak baik. Pornografi, tempat2 dan orang2 pemicu seks bebas, dan sejenisnya.

103647pcara2 yang dianggap dapat mengrelease / melepaskan energi seksual :
– berhubungan badan “hanya” dengan orang yang kita cintai secara tulus. Ini sih semua orang sudah tau..
– pada dasarnya energi seksual juga adalah energi. Melakukan kegiatan fisik, seperti olah raga, lari2, bersih2, ngepel yang menguras keringat dapat mengurangi energi berlebih dalam diri kita.
– bersosialisasi. Ya, dengan mempunyai banyak aktivitasi sosialisasi, pikiran kita tidak akan cenderung sensual. Telpon teman anda, curhat dan keluar bersama juga bisa menjadi energy release yang baik.
– berbuat amal. Ya, berbuat amal kebaikan kepada orang yang membutuhkan adalah energy release yang sangat baik. Waktu dan tenaga Anda yang dikeluarkan tidak akan sia2, malah akan kembali dengan energy positif yang bahagia.

– jangan sampai nganggur, atau gak ada kerjaan. Lakukanlah sesuatu, walau anda tidak sedang ngapa2in. Bila anda benar2 sedang nganggur atau tidak sedang ngapa2in, misalnya nunggu di bis, Buang Air Besar, dll.. maka belajarlah untuk mengistirahatkan otak anda dan belajar untuk tidak berkhayal yang bukan2. Sering-sering menyadari aktivitas pikiran kita adalah kuncinya.
– Temukan sesuatu yang membuat Anda bahagia, nikmat.

Bagi yang mereka yang menyukai religi, berzikir dalam hati dalam segala aktivitas kita ( terutama yg cenderung sendirian ), pada saat nunggu bis, bawa mobil, kerja di depan komputer, makan, jalan2, dsbnya. Mereka yang merasakan ada hubungan dengan Tuhan dan memasrahkan segala2nya kepada-Nya, merasakan manfaat ini. Berzikir bukanlah intinya, yang penting adalah Anda merasakan energi Kasih dari Nya. Anda merasakan kehadiranNya dan anda tahu anda tidak sendirian di planet ini. Anda memasrahkan segala2nya berarti anda merelease energi anda kepadaNya dan membiarkanNya menukar dengan energi kasihNya. Tanpa zikir juga oke, selama anda merasakan energi kasihNya dalam diri Anda.

3 Comments »

  1. nice article!

    Comment by raksasa.BIRU — 28 April, 2009 @ 6:09 pm

  2. ^^

    Comment by H_berT — 22 May, 2009 @ 8:53 pm

  3. haha.. hope people can understand it wel!^^

    Comment by tymask — 22 May, 2009 @ 11:18 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: