tymask.ono

18 May, 2009

Welcome to my winter journey!!

Filed under: Tymask Travel Journal — tymask @ 7:10 pm

Hallo.. para tymasker…. lama saya tak update blog ini… ya mungkin karena kesibukan yang ada.. dan saya mau mulai post baru ini dengan sebuah kisah tak terlupakan menelusuri 4 negara…. Malaysia, China, Hongkong, dan Macau….

DSC01790

Halo para traveller!!

Saya ono! Dalam Tymask Travelling Services!

Kali ini kita akan bepergian jauh dari bumi pertiwi dan mengambil waktu pada bulan Desember…backpacking sebentar di Medan, dan menuju ke Polonia International Airport untuk berlepas ke Kuala Lumpur, Malaysia…

Sekadar Info: Sebaiknya anda membawa baju dingin, mantel atau jas dalam koper anda, karena pada bulan November – Januari, China, Hongkong dan Macau sedang ada dalam masa Winter, dengan suhu berkisar 15c – -5c . Anda juga perlu menyisipkan krim bibir, lipstik untuk mencegah terjadinya bibir pecah-pecah karena perbedaan suhu.

Welcome To Malaysia!

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1jam 45 menit, akhirnya kita mendarat di Kuala Lumpur International Airport. Setelah ambil bagasi dan cap paspor,  maka kita pun menyewa taksi yang tersedia di luar airport menuju ke Kota Kuala Lumpur.( Jarak KLIA dengan Kuala Lumpur adalah sekitar 70 km, jadi perjalanan kita membutuhkan waktu sekitar 45 menit).

JW Marriott, yang terletak di Jalan Bukit Bintang menjadi tempat tinggal kami selama sehari di Kuala Lumpur.  Bukit Bintang merupakan pusat perbelanjaan serta tujuan wisata populer di KL yang dapat ditelusuri dengan berjalan kaki. Dengan konsep Walk and Shop, bukit bintang menjadi sebuah daya tarik tersendiri yang tak bisa lepas dari mata wisatawan yang berkunjung ke KL. Plaza, cafe, musisi jalanan sampai parade-parade dapat kita temukan pada musim-musim belanja dan diskon besar-besaran di KL.

DSC01538

DSC01541DSC01547

DSC01559DSC01566DSC01593DSC01548

Jangan lupa mengunjungi Menara Kembar “Petronas Tower” yang tersohor itu, dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari Bukit Bintang, kita dapat melihat betapa spektakulernya Menara Petronas ini. Ada yang unik dan patut anda coba ketika berkunjung disini, ketika anda sampai di pintu utama menara, coba anda pandang ke atas, dan anda dapat melihat betapa luar biasanya bangunan ini.

Setelah seharian berbelanja dan berjalan-jalan diseputar Bukit Bintang dan kota KL, maka paginya kami pun bergegas ke KLIA untuk perjalanan ke Guangzhou, China. Penerbangan ini mengambil waktu 4 jam, dan uniknya, di dalam pesawat, sangat terasa perbedaan suhu antara KL yang beriklim Tropis, dan Guangzhou yang beriklim Subtropis.

Guangzhou Huan Yin Ni! ( Guangzhou Welcomes You!)

DSC01609Sesampainya di Baiyun International Airport, kami melihat sesuatu yang unik yang berbeda dari negara kita. Kedisiplinan para polisi yang mengecek penumpang dan barang bawaannya membuat saya iri dan salut kepada warga china yang sangat menjunjung tinggi disiplin dan waktu.

Merasa lapar karena perjalananan, kami pun langsung meluncur ke sebuah restoran yang terletak di kota, dan alamak! Sewaktu turun dari mobil, wah… memang udaranya sangat dingin… (11c pada saat itu) dan membuat saya gemetaran, tanpa banyak  bicara, langsung saya membuka koper dan menghangatkan diriku dengan mantel yang ada. Tanpa ulur waktu, kita langsung duduk dan memesan makanan. Yang unik dari budaya China adalah kebiasaan meminum teh. Bahkan anehnya seolah-olah teh telah menjadi minuman pokok untuk menggantikan air putih lho!

Di setiap rumah makan di China, teh telah menjadi table manner selain sendok,garpu dan piring serta kebiasaan membasuh alat-alat makan dengan teh mendidih juga menjadi salah satu daya tarik negeri dengan populasi terbesar di dunia ini.

Setelah check in di hotel dan membersihkan diri, kami pun diajak makan lagi oleh tour guide kami, dimana adalah sepupu kami sendiri.

Makan merupakan budaya yang sangat kental di China dan merupakan sesuatu yang unik bagi saya. Bayangkan saja, ketika kami mengorder “Nasi Goreng” untuk satu porsi, yang terjadi adalah nasi goreng tersebut dapat dimakan oleh 3 orang dewasa di negara kita, sedangkan di sana, untuk satu porsi itu, orang china sendiri mampu untuk memakan satu porsi tersebut sendirian.

Setelah makan, kita pun diajak keliling oleh tour guide melusuri tempat tempat wisata di Guangzhou. Rute pertama kita pergi ke pasar obat tradisional china yang sungguh spektakuler bagi kami, dimana pasar obat tradisional ini merupakan pasar tradisional terbesar di dunia! Ada 4 ruas jalan yang dipenuhi para penjual obat dan satu plaza (shopping centre) yang khusus menjual obat-obatan tradisional. Tak jauh dari sana, dapat ditemukan layaknya “Bukit Bintang”nya Guangzhou yaitu Beijing Road, dimana semua karnaval, shopping centre dan tujuan wisata diselenggarakan disana. Kita dapat juga melihat artefak peninggalan dinasti-dinasti china yang tidak sengaja ditemukan di bawah dari beijing road ini.

DSC01631DSC01634DSC01638sunDSC01639DSC01645DSC01749

Ngomong -ngomong soal artefak budaya, jangan lupa mengunjungi museum raja -raja terdahulu yang terdapat di kota. Setelah berbelanja, kita pun mengunjungi Sun Yat Sen Memorial, dengan kereta bawah tanah yang menghubungkan seluruh kota Guangzhou ini. Sebuah bangunan postmodern dengan desain oriental yang kental menjadi sebuah pemandangan yang mengagumkan di tempat yang dibangun untuk mengenang jasa bapak nasionalisis China ini. Sun Yat Sen adalah pahlawan intenasional dari China yang membangun China setelah berakhirnya era imperialisme di China. Hampir terlupa, sebelum anda meninggalkan Guangzhou, pastikan anda mengunjungi kebun binatang kota Guangzhou, dimana Panda, binatang khas China, dapat anda temukan disini beserta binatang lain seperti merak, burung unta, kuda nil, dan lain lain.

DSC01698DSC01681DSC01678

Hong Kong, The Dragon of Asia

Setelah 4 hari menetap di Guangzhou, keesokan harinya kami pun membeli tiket kereta api menuju Shenzhen, sebuah kota yang konon katanya merupakan kota pelopor modernisasi di China, yang membuat kami semakin penasaran. Dengan kereta api berlaju 200km/jam, tak terasa 1 jam telah terlewat dan kami pun sampai di Shenzhen, tapi kami tak sempat menelusuri kota Shenzhen karena Hongkong lah yang menjadi tujuan kita.

Shenzhen merupakan kota besar dan kota industri, tetapi di kota Shenzhen terdapat sebuah objek wisata yang didalamnya terdapat seluruh icon-icon dunia yang tersebar luas dalam satu taman rekreasi, ada borobudur, menara eiffle, pisa, coloseum, pathenon, air terjun niagara, kincir angin belanda serta icon-icon dunia lain yang dapat anda nikmati bersama keluarga.

Hanya dengan melewati sebuah sungai kecil yang dipagar oleh kawat duri, sampailah kita di Hong Kong, negara di dalam negara China! Bergegas kita menaiki train menuju ke Kowloon dimana kami menetap di sebuah hotel kecil di pusat kota Kowloon.

Sekadar info:

HongKong merupakan negara persemakmuran Inggris yang pada 1 Juli 1997, HongKong diserahkan oleh pemerintah Britain kepada China. Hongkong terdiri dari 3 bagian wilayah, yaitu Kowloon(berbatasan dengan China Daratan), Pulau HongKong, dan Pulau Lantau(HongKong Disneyland dan Kaitak International Airport). HongKong juga dijuluki sebagai kota terjakung di dunia, karena anda hampir tak dapat melihat sinar matahari karena terhalang oleh banyaknya gedung-gedung pencakar langit disana.

Sungguh terkejut saya mendengar harga dari hotel disini. Kamar berukuran 1×3 meter yang kami tempati(saya, bapak , dan ibu saya) berharga 400 dolar HongKong!!(600 ribu rupiah!) tapi itu pun termasuk yang murah di HongKong, makanan yang dijual dipinggir jalan seperti Mie pansit pun berkisar antara $30 – $100 ! Jadi, anda sebaiknya membawa uang yang berlebih jika berencana ke HongKong, tapi sebenarnya jika anda memiliki fasilitas kartu kredit, anda tak perlu takut, karena hampir di semua toko, bahkan toko jalanan, anda dapat membayar dengan menggunakan kartu kredit!

DSC01755DSC01759DSC01762 DSC01765DSC01773

Bermodal keingintahuan dan tanpa tour guide, kami langsung berjalan menelusuri kota HongKong dan dengan sebuah peta turis, kita pun berjalan dan akhirnya kita sampai di Avenue of Stars, sebuah jalan yang langsung berhadapan dengan Selat Hongkong, dimana kita dapat merasakan sejuknya udara laut dengan pemandangan yang luar biasa dari Pulau Hong Kong, dimana  HongKong Convention Centre (Lokasi Syuting New Police Story) dan gedung pencakar langit lainnya dapat anda saksikan disini. Avenue Of Stars, sesuai namanya adalah sebuah jalan yang  mengambil contoh dari Hollywood Walk of Fame, terletak di sepanjang jalan Victoria Harbour di Tsim Sha Tsui, Hong Kong. Ini adalah penghargaan yang diberikan pada kesohor dari dunia Industri Perfilman Hong Kong dengan membuat cetakan tangan dan tanda tangan dari kesohor perfilman Hongkong di lantai semen di sepanjang Avenue ini. Artis -artis yang menggoreskan namanya disini antara lain Bruce Lee, Jackie Chan, Jacky Cheung, Andy Lau, Stephen Chow serta artis lain yang ada di HongKong.

Keesokan harinya kami pun naik taksi menuju Disneyland Hongkong, sebuah taman yang harus anda kunjungi jika anda ke Hongkong. Taman ini merupakan surga bagi anak – anak dan keluarga, karena didalamnya terdapat arena bermain seperti komedi putar, kereta uap, yang dedesain seperti layaknya istana di dalam film-film Disney. Karakter Disney seperti Mickey Mouse, Donald Duck, Goofy dapat anda temukan bersamaan dengan permainan-permainan yang ada.

DSC01778DSC01781DSC01785 DSC01786DSC01801

Seharian berjalan-jalan di Disneyland, keesokkan harinya kami pun berjalan kaki menuju pelabuhan, dimana kami meneruskan perjalanan ke Macau.

Macau, Europe in Asia

Dengan naik speed ferry selama 1 jam, akhirnya kita sampai di Macau, Las Vegasnya Asia!

Anda mungkin akan heran ketika sampai di Macau, karena jika anda ingin menginap di salah satu hotel, anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk masalah transportasi dari pelabuhan ke hotel, karena dari pihak hotel telah mengutus bus-bus untuk mengantarkan anda ke hotel tersebut. Setelah check in ke Hotel Casareal, anda mungkin sudah dapat menebak apa yang kami lakukan setelah itu. Ya, kasino yang tersebar disetiap hotel yang ada menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi pengunjung disini bahkan kami pun merasa penasaran dengan isi kasino disini. Lotre, baccarat, blackjack, russian roullete menjadi menu yang sehari-hari disajikan bagi para penggila judi.

Sebenarnya saya sendiri merasa kurang nyaman di Macau karena lingkungannya yang maksiat, tapi setelah saya pergi ke Venetian Macau, semuanya terasa terobati dan rasanya saya ingin sekali lagi ke Macau.

DSC01816DSC01819DSC01833

Betapa tidak, Venetian Macau layaknya sebuat Hotel dan Resort yang dibangun dengan konsep Venesia kuno, dan konon katanya menelan biaya sebesar cadangan devisa negara kita!!!! Anda bisa bayangkan betapa megahnya bangunan ini sehingga bangungan ini merupakan bangunan terbesar di Asia dan keempat di dunia! Proyek multi milyar ini memang membuat semua orang berdecak kagum melihat apa yang bisa uang lakukan. Ketika kami masuk kedalam, sebuah kota dalam Hotel pun menanti kita. Layaknya kota air Venesia, tempat ini pun terasa sangat menyenangkan karena di dalam sana, hari tak pernah berganti malam, karena  langit – langit yang di atas kota ini dicat biru. Kota Venesia pun terasa komplit dengan kehadiran gondola-gondola yang dikemudikan oleh para pengayuh Gondola sambil bernyanyi lagu Italia. Sungguh pengalaman yang luar biasa yang membuat saya ingin pergi kesana sekali lagi.

Kasino di Venetian pun merupakan yang terbesar di dunia, dengan 550,000 square feet (51,000 m2)  casino space dengan 3400 slot machines dan 800 gambling tables serta a 15,000 seat arena untuk kegiatan dan event olahraga.

Apa yang terjadi jika budaya Barat bercampur dengan budaya Timur? Hasilnya adalah Macau!

Ya, jika anda berjalan ke jalan-jalan di macau, anda dapat merasakan aura Eropa di sini, jadi tak perlu jauh-jauh dan mahal ke Eropa karena umumnya jalan-jalan disini berbahasa Portugis dan arsitektur bangunannya mencerminkan budaya Eropa di Macau, sungguh sebuah kombinasi yang luar biasa!

DSC01860o

DSC01864

DSC01858

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan dengan pedoman peta turis yang ada dan sebenarnya anda tak perlu takut kesasar di Macau, karena semua penunjuk jalan mencantumkan nama-nama tempat wisata yang hendak anda tuju. Ruins Of St. Paul menjadi tujuan pertama kami, sungguh luar biasa bangunan ini , karene sejak dibangun pada 1602 dan hancur pada 1835 karena kebakaran, sisa reruntuhan yang hanya bersisa dinding depan pun dapat menarik wisatawan. Tersedia juga museum peninggalan benda-benda Katolik yang berada di bagian utara dari reruntuhan ini.

DSC01861

Kita dapat langsung melihat sebuah kuil Natcha, yang dibangun pada 1888 di sekitar reruntuhan St. Paul tadi, yang menunjukkan keragaman dan kerukunan beragama di Macau ini.

Setelah mengunjungi situs tersebut, kami melanjutkan perjalanan menuju St. Agustine Square, St. Agustine Church dan gerea lain yang melambangkan kekristenan dan budaya barat dari Macau, tak lupa kita mengunjungi situs A- Ma Temple, sebuah kuil untuk Dewi Macho, yang konon nama Macau diambil dari nama dewi Macho oleh para pelaut Portugis.

DSC01837DSC01872DSC01869DSC01871

Setelah seharian berjalan-jalan, sorenya kami pun check out dan meninggalkan Macau menuju ke Guangzhou dengan menggunakan bus yang memakan waktu 4 jam, setelah itu kami pun pulang kembali ke Medan dengan transit dari Kuala Lumpur.

7 Comments »

  1. thanks buat info nya! Mantap!

    Comment by digikid — 18 May, 2009 @ 8:56 pm

  2. ok.. semoga bermanfaat!

    Comment by tymask — 19 May, 2009 @ 7:40 pm

  3. Indonesianyoo kapan yoo???
    napa tak nampak-nampaklahh…
    pan di Indonesia banyak bang…

    ateng bawa kayu…
    Tengkyu…

    Comment by cici malaysia — 8 April, 2010 @ 1:00 pm

  4. go komodo

    Comment by kencana adventure (suarmanik kencana) — 5 June, 2010 @ 12:05 pm

  5. it is quite fun to play on slot machines specially if you win a lot “”

    Comment by Spoon Rest · — 4 November, 2010 @ 9:40 pm

  6. mohon konfirmasi jika saya ke guangzhou sesampai disana paket wisata apa yang enak saya ambil dan biro travelnya apa,,,,,,,,,saya maunya sudah satu paket lokal travel dan hotel (hotel cukup bintang dua)

    Comment by mus adral — 23 February, 2011 @ 10:12 pm

  7. boleh tau detailnya naik bus apa dari macau ke guangzhou….

    Comment by anto — 27 January, 2012 @ 12:04 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: